STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA
Jurnal Keperawatan MalangJurnal Keperawatan MalangPenderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan berkelanjutan namun kepatuhannya masih rendah. Ketidakpatuhan minum obat dapat menimbulkan resistensi pada pasien dengan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis antara hubungan interaksi tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien HIV/AIDS. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi pasien penderita HIV/AIDS di Puskesmas Pesantren 1 Kediri. Sampel penelitian 66 orang dengan menggunakan konsekuatif sampling. Hasil penelitian menunjukkan Interaksi Profesional Kesehatan pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Pesantren 1 Kediri memiliki Interaksi Profesional Kesehatan dengan skor Positif sebanyak 64 responden (97,0%). Kepatuhan Minum Obat Pasien HIV/AIDS dilihat dari tingkat kepatuhan adherence 1 yaitu lebih dari 50% sebanyak 40 responden (60.6%) dan hasil uji Spearman Rho =0,254 berarti tidak terdapat korelasi antara kedua variabel. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lainya yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien HIV/AIDS sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk meningkatkan kepatuhan pasien minum obat terutama pada pasien HIV-AIDS.
Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan antara interaksi tenaga kesehatan dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien HIV/AIDS.Melalui temuan ini penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lainya yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien HIV/AIDS sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk meningkatkan kepatuhan pasien minum obat terutama pada pasien HIV-AIDS.
Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara interaksi profesional kesehatan dan kepatuhan minum obat pada pasien HIV/AIDS, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor subjektif yang mempengaruhi kepatuhan pasien, seperti persepsi pasien terhadap efektivitas pengobatan, dukungan sosial yang diterima, dan tingkat kepercayaan terhadap tenaga kesehatan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perubahan kepatuhan pasien dari waktu ke waktu, serta faktor-faktor yang memprediksi keberhasilan atau kegagalan kepatuhan jangka panjang. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan pengembangan program edukasi dan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien HIV/AIDS, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien.
| File size | 229.08 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi skor risiko cedera pada remaja di Kota Palangka Raya menggunakan analisisTujuan: Penelitian ini bertujuan menilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi skor risiko cedera pada remaja di Kota Palangka Raya menggunakan analisis
UMCUMC Hasil penelitian, nilai rata-rata kemampuan komunikasi PLKB adalah 3,70 yang menunjukkan kemampuan yang baik. Nilai rata-rata variable kesdaran masyarakatHasil penelitian, nilai rata-rata kemampuan komunikasi PLKB adalah 3,70 yang menunjukkan kemampuan yang baik. Nilai rata-rata variable kesdaran masyarakat
STIKBARSTIKBAR ti untuk menjajaki pola komunikasi dan kebutuhan orang tua terkait kesehatan reproduksi remaja. Hasil: Analisis tematik mengungkapkan tujuh tema utama:ti untuk menjajaki pola komunikasi dan kebutuhan orang tua terkait kesehatan reproduksi remaja. Hasil: Analisis tematik mengungkapkan tujuh tema utama:
UNBITAGOUNBITAGO Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi donor darah tidak semata-mata dipengaruhi oleh ketersediaan informasi atau ajakan normatif, tetapi merupakanPenelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi donor darah tidak semata-mata dipengaruhi oleh ketersediaan informasi atau ajakan normatif, tetapi merupakan
STIKES ISFISTIKES ISFI Analisis korelasi menunjukkan bahwa kualitas informasi dan kepuasan pengguna mempengaruhi dampak sistem secara signifikan (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkanAnalisis korelasi menunjukkan bahwa kualitas informasi dan kepuasan pengguna mempengaruhi dampak sistem secara signifikan (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan
UMLAUMLA Risky sexual behavior among adolescents is a significant public health concern due to its potential long-term consequences, such as unintended pregnancies,Risky sexual behavior among adolescents is a significant public health concern due to its potential long-term consequences, such as unintended pregnancies,
POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU Stunting is a result of stunted growth processes. Stunting is still a nutritional problem that needs attention. The problem of stunting is directly influencedStunting is a result of stunted growth processes. Stunting is still a nutritional problem that needs attention. The problem of stunting is directly influenced
UNTAGUNTAG Hasil analisis regresi menunjukkan ada korelasi antara konsep diri dan intensitas komunikasi dengan kecenderungan perilaku seks pranikah. Secara parsialHasil analisis regresi menunjukkan ada korelasi antara konsep diri dan intensitas komunikasi dengan kecenderungan perilaku seks pranikah. Secara parsial
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online. Upaya pencegahan perilakuKesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online. Upaya pencegahan perilaku
SARI MUTIARASARI MUTIARA Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi multi‑pihak dan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan Program BUNA SEHAT. Program tersebutPenelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi multi‑pihak dan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan Program BUNA SEHAT. Program tersebut
SARI MUTIARASARI MUTIARA Pada tahapan ini, mulai terjadi perkembangan identitas diri, termasuk pemahaman dan rasa ingin tahu terhadap seksualitas. Namun, keterbatasan pengetahuanPada tahapan ini, mulai terjadi perkembangan identitas diri, termasuk pemahaman dan rasa ingin tahu terhadap seksualitas. Namun, keterbatasan pengetahuan
UNKAUNKA Masyarakat berhak menerima pelayanan publik, yang dalam Negara Republik Indonesia diatur secara khusus melalui undang-undang dan peraturan. PemerintahMasyarakat berhak menerima pelayanan publik, yang dalam Negara Republik Indonesia diatur secara khusus melalui undang-undang dan peraturan. Pemerintah