EDUPARTNEREDUPARTNER

Journal of Managiere and BusinessJournal of Managiere and Business

Persaingan yang semakin ketat di industri kecantikan membuat strategi pemasaran yang efektif menjadi krusial, terutama untuk produk seperti Scarlett Whitening. Penelitian ini mengkaji pengaruh dua variabel utama, yaitu Brand Ambassador (X1) dan Electronic Word of Mouth (e-WOM), terhadap keputusan pembelian konsumen. Masalah penelitian berfokus pada pemahaman metode pemasaran mana yang lebih mendorong keputusan pembelian. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dan dianalisis untuk menilai dampak kedua variabel tersebut. Hasil menunjukkan bahwa meskipun Brand Ambassador memiliki pengaruh minimal terhadap keputusan pembelian konsumen, e-WOM berdampak signifikan dan positif terhadap perilaku pembelian. Secara bersama-sama, kedua faktor ini menjelaskan 69,2% variasi dalam keputusan konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa e-WOM lebih efektif daripada Brand Ambassador dalam memengaruhi pembeli di industri kecantikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan strategi pemasaran berbasis e-WOM dapat lebih baik membimbing konsumen dalam membuat keputusan pembelian secara bijak, sehingga memberikan referensi berharga bagi pelaku bisnis yang ingin meningkatkan efektivitas pemasaran di pasar produk kecantikan yang kompetitif.

Electronic word-of-mouth (eWOM) dan brand ambassador secara bersamaan memengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap Scarlett Whitening di Kota Bengkulu.Brand ambassador tidak berdampak signifikan secara statistik terhadap keputusan pembelian, sehingga hipotesis pertama ditolak.Variabel eWOM terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen dibandingkan brand ambassador, dengan kontribusi sebesar 69,2% terhadap variasi keputusan pembelian.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain di luar eWOM dan brand ambassador yang turut memengaruhi keputusan pembelian konsumen, seperti kualitas produk, harga, atau strategi promosi, mengingat 30,8% variansi masih dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diungkap dalam penelitian ini. Kedua, penelitian dapat dikembangkan dengan membandingkan efektivitas eWOM di berbagai platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, untuk memahami mana platform yang paling berpengaruh terhadap konsumen dalam konteks produk kecantikan. Ketiga, penting untuk mengkaji peran jenis influencer—apakah selebritas, micro-influencer, atau pengguna biasa—dalam membentuk eWOM yang autentik dan dipercaya konsumen, sehingga dapat mengarahkan strategi pemasaran digital yang lebih tepat sasaran. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan menyelidiki dinamika pemasaran digital yang lebih dalam, memperkuat pemahaman tentang perilaku konsumen di era digital, serta memberikan rekomendasi strategis yang lebih komprehensif bagi pelaku industri kecantikan.

  1. Pengaruh Brand Image dan Brand Ambassador Terhadap Purchase Decision melalui Brand Trust sebagai Intervening... ejurnal.seminar-id.com/index.php/ekuitas/article/view/2810Pengaruh Brand Image dan Brand Ambassador Terhadap Purchase Decision melalui Brand Trust sebagai Intervening ejurnal seminar id index php ekuitas article view 2810
  2. Pengaruh Gaya Hidup dan E-WOM Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda di Magelang Selama Pandemi Covid-19... doi.org/10.31603/bmar.v2i2.6933Pengaruh Gaya Hidup dan E WOM Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda di Magelang Selama Pandemi Covid 19 doi 10 31603 bmar v2i2 6933
Read online
File size289.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test