UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Jurnal Ilmiah Syi'arJurnal Ilmiah Syi'ar

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah dakwah berbasis konten lokal, analisis terhadap video ceramah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah oleh Ustadz Zulhamdi Lc, MA. Peneliti ingin mengetahui bagaimana sebuah wacana dibangun dalam dakwah berbasis budaya yang dilakukan oleh alim ulama di Minangkabau. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, menggunakan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Kemudian menggunakan metode analisis wacana Teun van Dijk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ceramah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah oleh Ustadz Zulhamdi Lc, MA dilihat dari aspek analisis sosial, teks dan kognisi sosial, yaitu membangun suatu wacana keagamaan, amar maruf nahi mungkar. Berangkat dari kerisauan para ulama dalam upaya mempertahankan tradisi keislaman dan memperkokoh karakter masyarakat Minangkabau yang dikenal sebagai negerinya para ulama, ditengah isu kerusakan moral dan mental pemuda Minangkabau saat ini. Dakwah berbasis konten lokal melalui falsafah hidup yang telah lama diyakini, menjadi solusi untuk kembali kepada tatanan kehidupan yang sesuai dengan harapan para leluhur dahulu yang hidup dalam tradisi keagamaan yang kokoh membentengi diri dan generasi dari kemerosotan mental dan akhlak. Dakwah adalah aktivitas yang fleksibel dan universal, sehingga dengan dakwah berbasis konten lokal bisa menjadi solusi terhadap persoalan yang terjadi dalam masyarakat yang dinaunginya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana yang dibangun dalam ceramah Ustadz Zulhamdi Lc, MA tentang Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah menekankan pentingnya mempertahankan tradisi dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.Ceramah tersebut menggunakan pendekatan konservatif untuk mengatasi permasalahan kontemporer dan mengajak masyarakat untuk kembali kepada falsafah hidup yang telah lama dianut.Ustadz Zulhamdi, dengan latar belakang pendidikan agama dan budayanya, berkomitmen untuk melestarikan tradisi dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas dakwah berbasis konten lokal dalam membentuk karakter generasi muda Minangkabau, dengan menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur dampak perubahan perilaku. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan model dakwah berbasis budaya lokal di Minangkabau dengan daerah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik budaya yang berbeda, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang serupa. Ketiga, penelitian mendalam mengenai peran media sosial dan teknologi digital dalam menyebarkan pesan-pesan dakwah berbasis konten lokal dapat dilakukan, dengan fokus pada bagaimana konten-konten tersebut dapat dirancang agar lebih menarik dan relevan bagi audiens yang lebih luas. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, dan pemanfaatan platform digital dapat memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat identitas budaya lokal. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi dakwah yang lebih efektif dan relevan dengan konteks sosial budaya masyarakat Indonesia.

Read online
File size278.54 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test