UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Jurnal Ilmiah Syi'arJurnal Ilmiah Syi'ar

Era kenormalan baru memerlukan pendekatan baru bagi setiap sendi kehidupan. Perlu adanya berbagai penyesuaian termasuk di dalamnya adalah ritual keagamaan. Miko Cak Coy Pathoknegoro adalah pendai yang berdakwah dengan wayang sebagai media dakwahnya. Penelitian ini melihat bagaimana Miko Cak Coy Pathoknegoro dalam berdakwah di era kenormalan baru. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan Interview dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data serta triangulasi sumber dan data sebagai teknik validitas data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah Miko Cak Coy termasuk dalam dakwah kontemporer. Wayangaji adalah konsep yang ditawarkan dalam melakukan kegiatan dakwah melalui wayang. Peluang Miko dalam melakukan kegiatan dakwah pada masa kenormalan baru adalah sudah aktifnya Miko di Media Sosial sejak 2014, selain itu juga ada kegiatan Miko Cakcoy Goes to School Virtual dapat menjadi peluang Miko dalam melakukan kegiatan dakwah di era kenormalan baru. Tetapi terdapat sebuah tantangan bagi Miko yang sampai saat ini belum pernah melakukan kegiatan pewayangan secara virtual.

Miko Cacoy Pathoknegoros preaching activities can be regarded as contemporary dawah.Conceptually, according to Fahrurrozi, contemporary dawah has three important things, namely contemporary dai, contemporary dawah material, and contemporary dawah media.All of these important things have been done by Miko, except for making applications to support her dawah activities.Conceptually, Miko has a term in her dawah activities, namely WAYANGAJI.Wayangaji activities are different from other puppets.The difference lies in the short duration of the wayang and the lecture in the middle of the wayang.Finally, Miko has the opportunity to carry out dawah activities in this new normal era by utilizing social media that she had managed long before the pandemic.However, until now there has been no wayang activity that has been carried out online and broadcast live through Mikos social media.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian tentang strategi komunikasi yang efektif dalam dakwah kontemporer, terutama dalam konteks new normal. Kedua, penelitian tentang dampak penggunaan media sosial dalam dakwah kontemporer, khususnya dalam hal penyebaran pesan dakwah dan interaksi dengan audiens. Ketiga, penelitian tentang tantangan dan peluang dalam melakukan dakwah melalui seni wayang di era new normal, termasuk dalam hal inovasi dan kreativitas dalam penyajian pesan dakwah. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori dan praktik dakwah kontemporer di Indonesia.

  1. “Wayang dan Seni Pertunjukan” Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai... doi.org/10.30829/j.v2i2.1679AuWayang dan Seni PertunjukanAy Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai doi 10 30829 j v2i2 1679
Read online
File size225.55 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test