ABDIMASABDIMAS
Jurnal Abdimas PeradabanJurnal Abdimas PeradabanDebris gigi adalah lapisan lunak sisa makanan, bakteri, dan material lain yang menempel di permukaan gigi, dan jika tidak dibersihkan dapat menyebabkan masalah gigi seperti karang gigi dan bau mulut. Merawat kesehatan mulut tidak cukup hanya dengan rutin menyikat gigi, tetapi juga harus dimulai dari memilih jenis sikat gigi yang tepat. Selain sikat gigi manual yang telah lama digunakan, telah hadir inovasi sikat gigi elektrik yang menawarkan beragam fitur canggih. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan skor indeks debris sebelum dan sesudah penggunaan sikat gigi elektrik dengan sikat gigi manual pada penghuni Panti Asuhan Arsyada, Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif cross-sectional dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 46 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar pemeriksaan indeks debris. Hasil penelitian menunjukkan skor indeks debris responden sebelum penggunaan sikat gigi elektrik 1,6 termasuk dalam kriteria Sedang, setelah menggunakan sikat gigi elektrik skor indeks debris turun menjadi 0,2 (kriteria Baik). Pada responden yang menggunakan sikat gigi manual diperoleh skor indeks debris sebelum penggunaan sikat gigi manual adalah 1.1 termasuk dalam kriteria Sedang, dan setelah penggunaan sikat gigi manual skor indeks debris turun menjadi 0,3 (kriteria Baik). Terjadi penurunan skor Indeks Debris yang lebih besar sesudah penggunaan sikat gigi elektrik dibandingkan dengan penggunaan sikat gigi manual.
Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan skor indeks debris pada kedua kelompok responden, baik yang menggunakan sikat gigi elektrik maupun sikat gigi manual.Meskipun demikian, penggunaan sikat gigi elektrik memberikan hasil pembersihan yang lebih optimal dibandingkan sikat gigi manual.Dengan demikian, penggunaan sikat gigi elektrik dapat menjadi alternatif yang lebih unggul dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji pengaruh penggunaan sikat gigi elektrik terhadap perubahan mikrobiota oral pada anak-anak panti asuhan. Hal ini penting untuk memahami dampak penggunaan sikat gigi elektrik terhadap keseimbangan bakteri di mulut dan potensi efek jangka panjangnya. Kedua, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas berbagai jenis sikat gigi elektrik dengan fitur yang berbeda-beda, seperti perbedaan kecepatan putaran atau jenis bulu sikat, terhadap penurunan indeks debris dan kesehatan gusi. Ketiga, studi komparatif yang melibatkan kelompok kontrol dengan intervensi edukasi mengenai teknik menyikat gigi yang benar menggunakan sikat gigi manual dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan efektivitas pembersihan gigi dapat dicapai melalui edukasi yang tepat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai manfaat dan efektivitas penggunaan sikat gigi elektrik dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, khususnya pada populasi yang rentan seperti anak-anak panti asuhan.
| File size | 324.77 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-2bS |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Kegiatan pengabdian masyarakat di SD GMIT Baumata Kabupaten Kupang dapat disimpulkan sebagai berikut. Sebanyak 100% anak usia 6-8 tahun telah mendapatkanKegiatan pengabdian masyarakat di SD GMIT Baumata Kabupaten Kupang dapat disimpulkan sebagai berikut. Sebanyak 100% anak usia 6-8 tahun telah mendapatkan
PTTIPTTI Salah satu penyebab utama kerusakan gigi adalah kurangnya kebiasaan menyikat gigi yang tepat. Observasi menunjukkan bahwa 80% anak usia 2-4 tahun mengalamiSalah satu penyebab utama kerusakan gigi adalah kurangnya kebiasaan menyikat gigi yang tepat. Observasi menunjukkan bahwa 80% anak usia 2-4 tahun mengalami
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Kader dokter gigi kecil yang terlibat dalam program ini menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi edukasi kepada teman sebaya, dengan metodeKader dokter gigi kecil yang terlibat dalam program ini menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi edukasi kepada teman sebaya, dengan metode
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Populasi adalah jumlah kunjungan pasien yang berobat di balai pengobatan UPTD Puskesmas Jayapura periode Januari-April 2023. Pengambilan sampel dilaksanakanPopulasi adalah jumlah kunjungan pasien yang berobat di balai pengobatan UPTD Puskesmas Jayapura periode Januari-April 2023. Pengambilan sampel dilaksanakan
AHMAREDUCAHMAREDUC Selain itu, dilakukan pula edukasi mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan metode fones kepada anak dan orang tua. Kegiatan ini diharapkanSelain itu, dilakukan pula edukasi mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan metode fones kepada anak dan orang tua. Kegiatan ini diharapkan
AHMAREDUCAHMAREDUC Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah poster kesehatan gigi dan phantom gigi. Telah dilaksanakan kegiatan mencuci cuci tangan pakai sabun padaMedia yang digunakan dalam kegiatan ini adalah poster kesehatan gigi dan phantom gigi. Telah dilaksanakan kegiatan mencuci cuci tangan pakai sabun pada
AHMAREDUCAHMAREDUC Selain pendidikan kesehatan gigi dan mulut, juga penting untuk membangun sistem manajemen data keluhan keluhan menyangkut akibat yang dirasakan para pengkonsumsiSelain pendidikan kesehatan gigi dan mulut, juga penting untuk membangun sistem manajemen data keluhan keluhan menyangkut akibat yang dirasakan para pengkonsumsi
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Sebagian besar responden salah dalam cara menyikat gigi (72,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian karies gigi padaSebagian besar responden salah dalam cara menyikat gigi (72,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian karies gigi pada
Useful /
SUMSELPROVSUMSELPROV Untuk memperoleh gambaran atau potret pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan perilaku seksual remaja di Sumatera Selatan, dilaksanakan Survei IndikatorUntuk memperoleh gambaran atau potret pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan perilaku seksual remaja di Sumatera Selatan, dilaksanakan Survei Indikator
UMMUBAUMMUBA Sumber datanya adalah mahasiswa prodi pendidikan bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan).Sumber datanya adalah mahasiswa prodi pendidikan bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan).
UMMUBAUMMUBA Hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan penilaian tiga aspek yaitu psikomotor, afektif, dan kognitif. Dari hasil penilaian tersebut, terdapat peningkatanHasil penelitian ini diperoleh berdasarkan penilaian tiga aspek yaitu psikomotor, afektif, dan kognitif. Dari hasil penilaian tersebut, terdapat peningkatan
UMMUBAUMMUBA Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas pada siswa kelas VIIA SMPN 2 Tangerang. Peserta penelitian ini adalah 34 siswa. Mereka terdiri dariDesain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas pada siswa kelas VIIA SMPN 2 Tangerang. Peserta penelitian ini adalah 34 siswa. Mereka terdiri dari