SUMSELPROVSUMSELPROV

Publikasi Penelitian Terapan dan KebijakanPublikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan

Penemuan kasus tuberkulosis (Case Detection Rate) di Provinsi Sumatera Selatan cakupannya 46,20% dari target CDR 70%. Fakta ini merupakan gambaran kinerja petugas pengelola program P2TB Puskesmas yang merupakan salah satu kunci strategis dalam pencapaian target Case Detection Rate. Mengetahui hubungan variabel umur, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan, pelatihan, desain pekerjaab, sumber daya, kepemimpinan, supervisi, motivasi petugas pengelola P2TB Puskesmas berdasarkan teori perilaku dan kinerja Gibson dengan Case Detection Rate program P2TB puskesmas provinsi sumatera selatan tahun 2009. Desain penelitian adalah cross sectional kualitatif. Sampel diambil secara multistage random sampling. Hasil uji statistik regresi logistik ganda menunjukkan variabel yang dominan adalah pelatihan (p=0,001 dan Odds rasio= 8,859). Jenis kelamin, pengetahuan, pelatihan, sumber daya, supervisi, motivasi petugas pengelola program P2TB Puskesmas adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian target case detection rate program P2TB Puskesmas Provinsi Sumatera Selatan tahun 2009. Faktor paling dominan adalah pelatihan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan, sumber daya, supervisi, dan motivasi terbukti menjadi variabel prediksi dalam model yang terbentuk untuk kinerja pengelola TB dalam mencapai Case Detection Rate (CDR).Variabel independen yang paling dominan sebagai prediktor adalah pelatihan.Oleh karena itu, disarankan kepada dinas kesehatan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas pelatihan bagi pengelola TB hingga tingkat puskesmas.

Untuk penelitian selanjutnya, penting untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petugas program TB di puskesmas. Mengapa sebagian petugas memiliki motivasi tinggi sementara yang lain tidak? Apakah ada perbedaan signifikan dalam strategi implementasi program TB antara puskesmas dengan capaian CDR tinggi dan rendah, dan bagaimana faktor kepemimpinan kepala puskesmas mempengaruhi hal ini? Penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami nuansa implementasi program, tantangan yang dihadapi petugas di lapangan, serta strategi adaptasi yang mereka kembangkan. Studi komparatif antara berbagai model pelatihan yang berbeda juga dapat memberikan wawasan berharga tentang desain pelatihan yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja petugas TB. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh faktor eksternal seperti dukungan masyarakat dan peran serta organisasi non-pemerintah dalam keberhasilan program TB di tingkat puskesmas; ini dapat menjadi studi intervensi komunitas yang menarik.

  1. #pengetahuan kesehatan#pengetahuan kesehatan
  2. #nilai gizi#nilai gizi
Read online
File size123.69 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2bO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test