KOPERTAIS4KOPERTAIS4
IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial KeagamaanIDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial KeagamaanPenanaman nilai karakter terutama yang bersifat religius dan etika sosial keagamaan yang merupakan bagian dari aktifitas dakwah haruslah dimulai dari sejak dini. Strategi penyampaian dan penanamannya bisa melalui banyak cara, salah satunya dengan memanfaatkan media animasi anak yang memiliki kecenderungan disukasi oleh anak. Dalam penelitian ini peneliti mengangkat serial animasi anak Riko The Series ditinjau dari pesan dakwah yang disampaikan. Dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan menginterpretasi pesan dakwah yang ada dalam Riko The Series peneliti melakukan penelitian ini dengan pendekatan penelitian kualitatif melalui analisi konten animasi tersebut. Sumber data utama dari penelitian ini adalah video Riko The Series episode 17 dan sumber pendukung dari website resmi dan lainnya. Penelitian ini difokuskan pada episode ke 17 dari serial animasi yang mengangkat tema utama “jangan marah. Dari penelitian ini diperoleh pesan dakwah yang menggarisbawahi beberapa nilai penting dalam Islam dan moral universal yang bisa menjadi pelajaran bagi penonton anak-anak. Beberapa nilai ini termasuk mengendalikan emosi negative, memulai dengan bismillah, memberi semangat positif, bertanya dan belajar, nasihat dan peringatan, syukur dan rasa terima kasih, keadilan dan etika social, kesadaran akan kesehatan mental, hormati kehendak Allah, dan kejujuran.
Kesimpulan dari uraian mengenai unsur dakwah dalam animasi Riko The Series Episode 17 adalah bahwa episode ini menggambarkan dengan baik unsur-unsur dakwah yang penting, yang mencakup.Pertama, Dai (subjek) yaitu pencipta dan produser eksekutif serial animasi Riko The Series.Kedua, Madu (objek) dalam animasi ini adalah penonton anak-anak, terutama yang beragama Islam.Ketiga, Thoriqoh (metode) dalam animasi ini melalui cerita, adegan, dialog, dan tindakan karakter yang mengandung nilai-nilai moral dan pesan agama.Keempat, Maddah (materi) melibatkan pengajaran tentang pentingnya mengendalikan emosi negatif, terutama marah, serta nilai-nilai agama, moral, dan etika.Kelima, Washilah (media) dalam penyampaian pesan dakwah adalah animasi itu sendiri, yang menarik bagi anak-anak dan efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral.Keenam, Atsar (efek yang diharapkan dari pesan dakwah adalah peningkatan pemahaman nilai-nilai agama, moral, dan etika pada anak-anak, serta dorongan untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Dalam konteks keseluruhan, pesan dakwah dalam animasi Riko The Series Episode 17 menggarisbawahi beberapa nilai penting dalam Islam dan moral universal yang bisa menjadi pelajaran bagi penonton anak-anak.Mengendalikan Emosi Negatif, Memulai dengan Bismillah, Memberi Semangat Positif, Bertanya dan Belajar, Nasihat dan Peringatan, Syukur dan Rasa Terima Kasih, Keadilan dan Etika Sosial, Kesadaran akan Kesehatan Mental, Hormati Kehendak Allah, dan Kejujuran.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas serial animasi Riko The Series dalam membentuk karakter anak-anak dari berbagai latar belakang sosial dan budaya. Hal ini penting untuk memahami sejauh mana pesan-pesan moral yang disampaikan dapat diterima dan diinternalisasi oleh anak-anak dari berbagai kalangan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis perbandingan antara serial animasi Riko The Series dengan serial animasi anak-anak lainnya yang memiliki pesan dakwah serupa. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing serial dalam menyampaikan pesan dakwah, sehingga dapat menjadi masukan bagi para pembuat konten animasi anak-anak. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis animasi yang terintegrasi dengan kurikulum pendidikan agama di sekolah-sekolah. Model ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama pada anak-anak secara lebih efektif dan menyenangkan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan media animasi anak-anak sebagai sarana dakwah yang efektif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
| File size | 676.1 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER Kemampuan sistem AI untuk memberikan dukungan emosional yang empatik secara real-time sangat dihargai oleh pengguna. Namun, tantangan seperti sensitivitasKemampuan sistem AI untuk memberikan dukungan emosional yang empatik secara real-time sangat dihargai oleh pengguna. Namun, tantangan seperti sensitivitas
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis deskriptif digunakan dalam studi ini untuk mengeksplorasi dinamika pembelajaran dan interaksiMetode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis deskriptif digunakan dalam studi ini untuk mengeksplorasi dinamika pembelajaran dan interaksi
KOPERTAIS4KOPERTAIS4 Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian riset kepustakaan. Hasil penelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian riset kepustakaan. Hasil penelitian
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Nilai moral berkelanjutan merupakan nilai-nilai moral yang mendasari pembangunan berkelanjutan. Nilai-nilai ini mencakup kelestarian lingkungan, keadilanNilai moral berkelanjutan merupakan nilai-nilai moral yang mendasari pembangunan berkelanjutan. Nilai-nilai ini mencakup kelestarian lingkungan, keadilan
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Pendidikan karakter memiliki urgensi yang tinggi di era 5. Dalam perspektif al-Quran, penanaman nilai-nilai pendidikan karakter menjadi semakin penting.Pendidikan karakter memiliki urgensi yang tinggi di era 5. Dalam perspektif al-Quran, penanaman nilai-nilai pendidikan karakter menjadi semakin penting.
STAI TBHSTAI TBH Ketika moral dan akhlak sudah tertanam dalam diri siswa, itu menjadi langkah awal yang penting menuju masa depan lebih cerdas bagi Indonesia. PenelitianKetika moral dan akhlak sudah tertanam dalam diri siswa, itu menjadi langkah awal yang penting menuju masa depan lebih cerdas bagi Indonesia. Penelitian
UINSIUINSI Subjek data dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kelas A1 di RA Perwanida 2. Data dokumen meliputi foto, video pembelajaran, lembar kerja siswa, danSubjek data dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kelas A1 di RA Perwanida 2. Data dokumen meliputi foto, video pembelajaran, lembar kerja siswa, dan
UACUAC Fenomena yang saat ini banyak diperbincangkan adalah pertumbuhan masif kreator digital yang secara aktif membagikan konsep dakwah yang unik dan populer,Fenomena yang saat ini banyak diperbincangkan adalah pertumbuhan masif kreator digital yang secara aktif membagikan konsep dakwah yang unik dan populer,
Useful /
UACUAC Peneliti melakukan analisis data menggunakan analisis induksi yang dimodifikasi. Analisis data dilakukan dengan mengikuti tahap kondensasi data, penyajianPeneliti melakukan analisis data menggunakan analisis induksi yang dimodifikasi. Analisis data dilakukan dengan mengikuti tahap kondensasi data, penyajian
UACUAC Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa Model Pengembangan Kinerja Dosen Bidang Pendidikan dan Pengajaran Berbasis Nilai‑Nilai Pangadereng di IAIN BoneHasil uji efektivitas menunjukkan bahwa Model Pengembangan Kinerja Dosen Bidang Pendidikan dan Pengajaran Berbasis Nilai‑Nilai Pangadereng di IAIN Bone
UNTANUNTAN Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakanTujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
UACUAC Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner atau angket dengan jumlah populasi 665 dengan mengambil sampel 30 siswa. HasilTeknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner atau angket dengan jumlah populasi 665 dengan mengambil sampel 30 siswa. Hasil