UNUHAUNUHA

Jurnal Abdi DharmaJurnal Abdi Dharma

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa MTs Roudhotu Tholibin melalui pengembangan konten multimedia Islami berbasis animasi. Pelatihan difokuskan pada pembuatan video animasi pendek yang mengangkat nilai-nilai akhlak, kisah teladan, dan pesan-pesan keislaman. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan teknis, praktik desain grafis, dan editing video sederhana menggunakan perangkat lunak terbuka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan konten animasi Islami yang komunikatif dan sesuai dengan usia mereka. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembelajaran berbasis proyek yang dapat diterapkan di madrasah untuk mendukung integrasi nilai-nilai Islam dalam teknologi digital.

Pengembangan konten multimedia Islami berbasis animasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan internalisasi nilai Islam di kalangan siswa madrasah.Pendekatan pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa menyampaikan pesan keislaman secara komunikatif dan kontekstual, sekaligus mengasah keterampilan teknis.Model ini dapat direplikasi di madrasah lain sebagai strategi penguatan pendidikan Islam yang adaptif dan relevan di era digital.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana model pelatihan animasi Islami ini dapat diadaptasi untuk siswa dengan latar belakang literasi digital yang sangat rendah, termasuk di daerah terpencil dengan akses teknologi terbatas. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas konten animasi yang dibuat siswa sebagai media dakwah, apakah konten buatan peer benar-benar mampu memengaruhi sikap dan pemahaman keislaman teman sebayanya di lingkungan madrasah. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi integrasi modul animasi ini ke dalam kurikulum harian madrasah, bukan hanya sebagai kegiatan insidental, sehingga pembelajaran berbasis proyek dan media digital menjadi bagian berkelanjutan dari pendidikan agama Islam. Penelitian lanjutan juga bisa menguji durasi dan intensitas pelatihan ideal yang diperlukan agar siswa mampu mandiri dalam produksi konten. Selain itu, bisa dievaluasi bagaimana kolaborasi antara guru PAI dan guru TIK dapat diperkuat untuk mendukung program ini. Studi juga perlu melihat dampak jangka panjang terhadap karakter dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, pengembangan konten digital Islami tidak hanya menjadi kegiatan teknis, tetapi menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang holistik. Penelitian ke depan sebaiknya melibatkan lebih banyak madrasah untuk uji replikasi model. Model pelatihan juga bisa dikembangkan untuk level pendidikan yang lebih tinggi atau bentuk konten lain seperti podcast atau game edukasi Islami. Semua ini penting agar pendidikan Islam tetap relevan dan berdaya saing di tengah arus digitalisasi.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified ejournal.stitpn.ac.id/index.php/islamika/article/view/4571One moment please one moment please wait request verified ejournal stitpn ac index php islamika article view 4571
Read online
File size219.68 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test