USNIUSNI

JURNAL SATYA INFORMATIKAJURNAL SATYA INFORMATIKA

Pertanian dengan lahan yang cukup luas di Indonesia, sangat sulit dilakukan. Hal ini disebabkan lahan sudah digunakan untuk lokasi pemukiman masyarakat yang semakin meningkat setiap tahunnya dan bertambahnya pembangunan industri. Penomena di Indonesia saat ini generasi muda tidak tertarik pada bidang pertanian, mengingat hasil usaha dari pertanian sangatlah rendah dan tidak menjamin masa depan. Adanya teknologi kecerdasan buatan (AI) dan bantuan IoT yaitu jaringan terhubung antar objek yang terdapat dalam AI saling berinergis menghasilkan temuan teknologi khususnya bidang pertanian yang dapat membantu dalam pengurangan tenaga kerja dan kegagalan akan hasil pertanian karena kondisi alam. Teknologi pertanian presisi inilah yang dapat berkontribusi strategis terhadap pencapaian SDG 2 (Zero hunger/tanpa kelaparan) di sektor pertanian rakyat dapat dirangkum dalam tiga pilar utama: Produktivitas, Resiliensi, dan Inklusi Ekonomi dan teknologi pertanian presisi dapat dirumuskan sebagai transformasi Profitabilitas manusia karena tidak hanya mengejar angka produksi, tetapi juga meningkatkan standar hidup.

Eksplorasi kontribusi strategis Artificial Intelligence (AI) terhadap pencapaian SDG 2 (Zero hunger/tanpa kelaparan) di sektor pertanian rakyat dapat dirangkum dalam tiga pilar utama.2 dalam pilar produktivitas yaitu deteksi dini penyakit tanaman melalui Computer Vision, kehilangan hasil panen dapat diminimalisir secara signifikan.Hal ini menjamin ketersediaan pangan yang lebih stabil bagi masyarakat pedesaan.4 dalam piar resilensi yaitu melalui analisis prediktif cuaca dan manajemen air yang cerdas, AI membantu menciptakan sistem produksi pangan yang berkelanjutan.Petani tidak lagi mengeluh dengan musim, melainkan mampu beradaptasi melalui data yang disediakan oleh algoritma AI.3 pilar inklusi ekonomi yaitu Dengan optimalisasi dosis pupuk dan pestisida (VRT), biaya produksi menurun sementara kualitas hasil panen meningkat.Data yang dihasilkan AI juga membuka akses bagi petani rakyat ke sektor keuangan (perbankan/asuransi) karena risiko usaha mereka menjadi lebih terukur dan transparan.

Untuk meningkatkan akseptabilitas teknologi AI dalam pertanian berkelanjutan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi teknologi presisi dalam pertanian skala kecil dan menengah. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan model bisnis yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam mengadopsi teknologi pertanian presisi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran AI dan sensor dalam pertanian, terutama dalam hal deteksi dini penyakit tanaman, analisis prediktif cuaca, dan optimalisasi dosis pupuk dan pestisida. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan saran praktis bagi petani dan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan produktivitas, resiliensi, dan inklusi ekonomi di sektor pertanian berkelanjutan.

  1. Potensi Gen Z dalam Pengembangan Teknologi Berbasis Sistem Pertanian Presisi Guna Meningkatkan Produktivitas... journal.asritani.or.id/index.php/Flora/article/view/52Potensi Gen Z dalam Pengembangan Teknologi Berbasis Sistem Pertanian Presisi Guna Meningkatkan Produktivitas journal asritani index php Flora article view 52
  2. Teknologi pertanian masa depan dan peranannya dalam menunjang ketahanan pangan | Sultra Journal of Mechanical... jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sjme/article/view/297Teknologi pertanian masa depan dan peranannya dalam menunjang ketahanan pangan Sultra Journal of Mechanical jurnal unsultra ac index php sjme article view 297
Read online
File size280.83 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test