JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan diri seseorang dalam menillai emosi dalam diri dan orang lain, memahami makna emosi-emosi dan mengatur emosi seseorang secara teratur dalam selbuah modell alur, oleh karena itu sangatlah dibutuhkan kecerdasan emosional dalam pelayanan keperawatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self compassion dengan kecerdasan emosional perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024. Jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan korelasi dengan metode pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 132 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Teknik Accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional perawat kategori baik 23 (23,5%) dan cukup 101 (76,5%). Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji spearman rank. Hasil uji statistic spearman rank (rho) diperoleh nilai r= (0,248) dan p value= 0.004 (p<0,05) yang berarti adanya hubungan signifikan antara self compassion dengan kecerdasan emosional perawat di rumah sakit santa Elisabeth medan tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dijabarkan sebelumnya, hal tersebut membuktikan bahwa self-compassion berkaitan erat dengan kecerdasan emosional dan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan memiliki tingkat self-compassion yang moderat dan tingkat kecerdasan emosional yang cukup.Terdapat hubungan signifikan antara self-compassion dan kecerdasan emosional perawat, menunjukkan bahwa peningkatan self-compassion dapat berkontribusi pada peningkatan kecerdasan emosional mereka.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan self-compassion pada perawat untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas pelayanan mereka.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi hubungan antara self-compassion dan kecerdasan emosional pada perawat, seperti dukungan sosial dari rekan kerja atau karakteristik kepribadian. Kedua, studi intervensi dapat dirancang untuk meningkatkan self-compassion pada perawat dan mengevaluasi dampaknya terhadap kecerdasan emosional, kualitas perawatan pasien, dan tingkat burnout. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan perspektif perawat mengenai self-compassion dan bagaimana hal itu memengaruhi praktik keperawatan mereka sehari-hari. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran self-compassion dalam meningkatkan kesejahteraan dan kinerja perawat, serta memberikan dasar bagi pengembangan program pelatihan dan intervensi yang efektif.

  1. JMIR Research Protocols - Influence of Self-Compassion on the Health of Midwives and Nurses: Protocol... doi.org/10.2196/21917JMIR Research Protocols Influence of Self Compassion on the Health of Midwives and Nurses Protocol doi 10 2196 21917
  2. Kecerdasan Emosional Perawat terhadap Komunikasi Interpersonal dengan Pasien | Jurnal Keperawatan Silampari.... doi.org/10.31539/jks.v4i2.1873Kecerdasan Emosional Perawat terhadap Komunikasi Interpersonal dengan Pasien Jurnal Keperawatan Silampari doi 10 31539 jks v4i2 1873
  3. GAMBARAN SELF-COMPASSION PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT SATU [DESCRIPTION OF SELF-COMPASSION IN FIRST... doi.org/10.19166/nc.v8i2.3106GAMBARAN SELF COMPASSION PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT SATU DESCRIPTION OF SELF COMPASSION IN FIRST doi 10 19166 nc v8i2 3106
Read online
File size785.48 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test