ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH

Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)

Term Ahli Kitab di dalam Al-Quran disebutkan dalam beberapa ayat, di antara ayat-ayat tersebut terdapat beberapa pemahaman yang berbeda mengenai eksistensi mereka. Sementara wacana ke arah dialog antara agama mengarah kepada bentuk pluralisme yang menyejajarkan seluruh agama samawi yang ada, dalam hal ini Islam, Yahudi dan Nasrani. Tujuan dari riset ini adalah untuk mendeskripsikan . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Reseach. Adapun hasil dari riset ini adalah Term Ahli Kitab di dalam Al-Quran disebutkan dalam beberapa ayat. Dalam persfektif al-Quraan ahlul Bait salah satunya adalah meliputi Kekafiran Ahli Kitab; Yahudi dan Nasrani, Dakwah Islam kepada Ahli Kitab dan Toleransi Islam kepada Ahli Kitab.

Term Ahli Kitab di dalam Al-Quran disebutkan dalam beberapa ayat, di antara ayat-ayat tersebut terdapat beberapa pemahaman yang berbeda mengenai eksistensi mereka.Sementara wacana ke arah dialog antara agama mengarah kepada bentuk pluralisme yang menyejajarkan seluruh agama samawi yang ada, dalam hal ini Islam, Yahudi dan Nasrani.bahwa ahli kitab atau ahlu kitab adalah kaum Yahudi dan Nasrani.Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam al Baidhawi ketika menafsirkan QS.5, beliau mengatakan bahwa ahli kitab mencakup orang-orang yang diberikan kepada mereka al Kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani.Term Ahlul Kitab disebutkan secara langsung di dalam Al-Quran sebanyak 31 kali dan tersebar pada 9 surat yang berbeda.Dalam persfektif al-Quraan ahlul Bait salah satunya adalah meliputi Kekafiran Ahli Kitab.Yahudi dan Nasrani, Dakwah Islam kepada Ahli Kitab dan Toleransi Islam kepada Ahli Kitab.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep dapat diimplementasikan dalam konteks dialog antaragama yang konstruktif dan saling menghormati. Hal ini penting untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana umat Islam dapat berinteraksi dengan pemeluk agama lain secara positif dan harmonis. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis komparatif antara pandangan Ahlul Kitab dalam Al-Quran dengan pandangan mereka dalam kitab-kitab suci agama lain, seperti Taurat dan Injil. Dengan membandingkan pandangan-pandangan tersebut, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang kesamaan dan perbedaan antara agama-agama samawi, serta bagaimana perbedaan tersebut dapat dijembatani untuk mencapai pemahaman yang lebih baik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana konsep dapat berkontribusi pada pengembangan etika global yang berkeadilan dan beradab. Dengan mengidentifikasi nilai-nilai universal yang terkandung dalam konsep Ahlul Kitab, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk menciptakan masyarakat global yang lebih inklusif dan harmonis. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat saling memperkaya satu sama lain, sehingga penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang dan implikasinya dalam konteks dialog antaragama dan etika global.

  1. AHLUL KITAB DALAM PERSPEKTIF ISLAM | Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA). ahlul kitab perspektif... doi.org/10.36769/jiqta.v1i2.287AHLUL KITAB DALAM PERSPEKTIF ISLAM Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir JIQTA ahlul kitab perspektif doi 10 36769 jiqta v1i2 287
Read online
File size352.46 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test