UNISSULAUNISSULA
Jurnal Ilmiah Sultan AgungJurnal Ilmiah Sultan AgungDi Semarang, aksi demonstrasi sempat berubah menjadi anarkis akibat meningkatnya emosi massa dan lemahnya pengendalian situasi di lapangan. Dalam kondisi demikian, peran Kepolisian memiliki arti penting untuk menyeimbangkan antara pelindungan hak warga negara dalam menyuarakan aspirasi dan kewajiban menjaga ketertiban serta keamanan bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Kepolisian Resor Kota Besar Semarang dalam menanggulangi aksi demonstrasi anarkis. Mengetahui hambatan yang dihadapi oleh Kepolisian Resor Kota Besar Semarang dalam melaksanakan perannya untuk menanggulangi aksi demonstrasi anarkis dan solusinya. Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini, (1) Polrestabes Semarang berperan menjaga keamanan dan ketertiban dalam aksi unjuk rasa melalui langkah pre-emtif, preventif, dan represif yang dijalankan secara profesional oleh Sat Intelkam dan Sat Sabhara sesuai prosedur hukum. Dalam kondisi darurat, kepolisian mengambil tindakan tegas yang terukur untuk mengendalikan situasi dan melindungi masyarakat, disertai evaluasi pasca-aksi guna memperkuat koordinasi serta mencegah terulangnya kerusuhan. (2) Polrestabes Semarang menghadapi hambatan internal seperti keterbatasan personel, perlengkapan, dan pelatihan, serta tekanan politik, sementara hambatan eksternal meliputi provokasi pihak luar, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, dan lemahnya koordinasi antarinstansi. Untuk mengatasinya, diterapkan langkah strategis berupa penguatan sumber daya, peningkatan kompetensi anggota, netralitas kelembagaan, pemantauan intelijen, literasi hukum publik, serta koordinasi lintas lembaga agar pengamanan demonstrasi berlangsung profesional dan tetap menghormati kebebasan berpendapat.
Peran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang dalam menanggulangi aksi demonstrasi anarkis dijalankan melalui pendekatan yang komprehensif dan berjenjang, meliputi upaya pre-emtif, preventif, dan represif yang berlandaskan pada hukum dan prinsip hak asasi manusia.Fungsi intelijen berperan dalam deteksi dini potensi kerusuhan, sedangkan Satuan Sabhara melalui Dalmas bertugas menjaga ketertiban dengan tindakan yang proporsional dan humanis sesuai prosedur tetap kepolisian.Polrestabes Semarang tidak hanya mengedepankan aspek pengamanan, tetapi juga berupaya membangun komunikasi dan negosiasi dengan massa agar aspirasi dapat tersalurkan tanpa kekerasan.Pendekatan profesional dan terukur ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak sekadar menjadi penegak hukum, tetapi juga pengayom masyarakat yang menjamin kebebasan berpendapat tetap terlindungi dalam koridor hukum, sehingga stabilitas dan keamanan Kota Semarang dapat terjaga secara berkelanjutan.Hambatan penanganan unjuk rasa di Polrestabes Semarang berpangkal pada dua sisi, internal berupa keterbatasan personel dan perlengkapan, kesenjangan pelatihan serta pengalaman lapangan, dan potensi tekanan politik dan pada sisi eksternal berupa infiltrasi pihak berkepentingan, rendahnya kesadaran hukum, dinamika pemberitaan, serta lemahnya koordinasi dengan instansi sasaran.Solusi yang ditawarkan membentuk satu rangkaian dengan penguatan kapasitas melalui penambahan dukungan personel lintas kesatuan dan inventarisasi perlengkapan, peningkatan kompetensi lewat pelatihan rutin, simulasi, dan mentoring, netralitas kelembagaan, deteksi dini provokasi melalui intelijen dan pemantauan ruang digital, literasi hukum publik yang berkelanjutan, tata kelola komunikasi yang transparan dengan media, dan mekanisme koordinasi antarlembaga sejak tahap perencanaan.Dengan eksekusi konsisten dan evaluasi pasca-aksi yang terukur, Polrestabes Semarang dapat menyeimbangkan perlindungan hak menyampaikan pendapat dengan kewajiban menjaga ketertiban, sehingga risiko anarkis menurun dan dapat meningkatkan kepercayaan publik.
Untuk meningkatkan efektivitas penanganan aksi demonstrasi anarkis, Polrestabes Semarang dapat mempertimbangkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan strategi pengamanan yang diterapkan saat ini, dengan tujuan mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan yang masih ada. Kedua, penting untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara Polrestabes dengan instansi terkait, seperti pemerintah daerah, agar dapat bekerja sama secara efektif dalam mencegah dan menanggulangi aksi demonstrasi anarkis. Ketiga, fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota kepolisian melalui pelatihan intensif, terutama dalam hal negosiasi, manajemen massa, dan penggunaan kekuatan yang proporsional. Dengan demikian, Polrestabes Semarang dapat terus mengembangkan strategi dan pendekatan yang lebih efektif dalam menanggulangi aksi demonstrasi anarkis, serta menjaga stabilitas dan keamanan di Kota Semarang.
| File size | 124.32 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
PERMAPENDIS SUMUTPERMAPENDIS SUMUT Tugas-tugas dan pengumuman serta informasi lainnya dapat segera diketahui siswa melalui grup WhatsApp yang ada sehingga memudahkan guru dan siswa. SetiapTugas-tugas dan pengumuman serta informasi lainnya dapat segera diketahui siswa melalui grup WhatsApp yang ada sehingga memudahkan guru dan siswa. Setiap
UMSUMS Hasil penelitian mendapatkan bahwa curah hujan harian maksimum pada 37 stasiun klimatologi yang tersebar di Pulau Jawa-Bali periode pengamatan 2014-2023Hasil penelitian mendapatkan bahwa curah hujan harian maksimum pada 37 stasiun klimatologi yang tersebar di Pulau Jawa-Bali periode pengamatan 2014-2023
POLTEKPELSULUTPOLTEKPELSULUT Kota Bitung memiliki koperasi TKBM (tenaga kerja bongkar muat) yang memperkerjakan buruh di pelabuhan konvensional Samudra Bitung. Penelitian ini bertujuanKota Bitung memiliki koperasi TKBM (tenaga kerja bongkar muat) yang memperkerjakan buruh di pelabuhan konvensional Samudra Bitung. Penelitian ini bertujuan
GOMITGOMIT Sampel dalam penelitian ini adalah 25 orang dengan teknik pengambilan sampel total. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. HasilSampel dalam penelitian ini adalah 25 orang dengan teknik pengambilan sampel total. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil
STIKESHT TPISTIKESHT TPI Aplikasi ini dapat digunakan untuk estimasi berat badan sehingga menjadi dasar penentuan dosis obat. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan tersedia aplikasiAplikasi ini dapat digunakan untuk estimasi berat badan sehingga menjadi dasar penentuan dosis obat. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan tersedia aplikasi
UNISSULAUNISSULA Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan instrument pengumpulan data berupa tes berupa soal pilihan ganda danJenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan instrument pengumpulan data berupa tes berupa soal pilihan ganda dan
UNISSULAUNISSULA Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi 5 tahapan, yaitu: studi pendahuluan,Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi 5 tahapan, yaitu: studi pendahuluan,
UNISSULAUNISSULA Para ulama sepakat bahwa pernikahan sah bila sudah baligh dan mampu membina rumah tangga, sementara pemerintah menetapkan batas minimal usia 19 tahun.Para ulama sepakat bahwa pernikahan sah bila sudah baligh dan mampu membina rumah tangga, sementara pemerintah menetapkan batas minimal usia 19 tahun.
Useful /
GOMITGOMIT Kegiatan pengabdian masyarakat terkait anemia pada masa remaja menyoroti risiko kehamilan dan kelahiran anak stunting, dengan harapan remaja memahami pentingnyaKegiatan pengabdian masyarakat terkait anemia pada masa remaja menyoroti risiko kehamilan dan kelahiran anak stunting, dengan harapan remaja memahami pentingnya
GOMITGOMIT Para peserta menjalani evaluasi pra‑test dan pasca‑test; konselor melakukan sesi tanya‑jawab, menilai pemahaman ibu menggunakan umpan balik, diikutiPara peserta menjalani evaluasi pra‑test dan pasca‑test; konselor melakukan sesi tanya‑jawab, menilai pemahaman ibu menggunakan umpan balik, diikuti
GOMITGOMIT Stunting adalah masalah kesehatan global yang mempengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas di masa depan. WHO (2022) melaporkanStunting adalah masalah kesehatan global yang mempengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas di masa depan. WHO (2022) melaporkan
UMLAUMLA Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dan menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalahHipertensi merupakan penyakit tidak menular dan menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah