ASIAASIA

RISTANSI: Riset AkuntansiRISTANSI: Riset Akuntansi

Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana suasana dilematis antara hutan dan uang. Melakukan analisis atas lirik-lirik lagu berjudul Ketika Ku Pulang yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara pada era 90-an. Berdasarkan tahapan analisis semiotika Roland Bartes, dihasilkan temuan menarik berikut. Secara denotatif menjelaskan tentang situasi hutan yang rusak membawa akibat kepada panasnya bumi, dan punahnya ekosistem. Secara konotatif ditemukan falsafah bahwa hutan adalah sumber kehidupan. Maka dalam suasana yang dilematis, ketika kita diminta untuk memilih antara hutan dan uang. Berdasar konteks penelitian ini yang harus menjadi pilihan utama kita ialah menjaga hutan agar tetap lestari. Kontribusi bagi ilmu akuntansi bahwa profit (uang) tidak boleh menjadi akhir dari kegiatan akuntansi. Melainkan harus juga berbarengan dengan tujuan keselamatan bagi manusia lain, serta tujuan keberlangsungan ekosistem dan alam semesta.

Secara denotatif menjelaskan tentang situasi hutan yang rusak membawa akibat kepada panasnya bumi, dan punahnya ekosistem.Secara konotatif ditemukan falsafah bahwa hutan adalah sumber kehidupan.Maka dalam suasana yang dilematis, ketika kita diminta untuk memilih antara hutan dan uang.Berdasar konteks penelitian ini yang menjadi pilihan utama kita ialah menjaga hutan agar tetap lestari.Dengan melakukan pengelolaan terhadap hutan dengan menjadikannya sebagai salah satu sumber pendapatan yang membuahkan profit.Ternyata melalui kajian ini, ilmu akuntansi tidak boleh berhenti sampai tujuan profit dalam aktivitasnya.Tetapi melampaui profit, dengan mengelola keberadaan hutan menjadi aktivitas yang dapat juga memberikan profit bagi manusia lain dan alam semesta ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih dalam tentang peran akuntansi dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, dengan fokus pada bagaimana akuntansi dapat membantu menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan pelestarian hutan. 2. Menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari berbagai inisiatif konservasi hutan, seperti agroforestri atau ekowisata, dan bagaimana hal ini dapat diintegrasikan dengan praktik akuntansi untuk mencapai tujuan keberlanjutan. 3. Menjelajahi konsep Triple Bottom Line lebih lanjut dalam konteks akuntansi lingkungan, dengan meneliti bagaimana perusahaan dapat mengukur dan melaporkan kinerja mereka dalam hal planet, profit, dan people, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam praktik akuntansi sehari-hari.

  1. PREDATORY PRICING: PERSAINGAN HARGA MINIMARKET
 DAN GADDE-GADDE DALAM METAFORA CERPEN | Wahyuni | Jurnal... jamal.ub.ac.id/index.php/jamal/article/view/389/408PREDATORY PRICING PERSAINGAN HARGA MINIMARKETA DAN GADDE GADDE DALAM METAFORA CERPEN Wahyuni Jurnal jamal ub ac index php jamal article view 389 408
  2. COST [IN]EFFICIENCY DI BALIK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN | Rahayu | Jurnal Akuntansi Multiparadigma. cost... doi.org/10.21776/ub.jamal.2021.12.2.20COST IN EFFICIENCY DI BALIK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Rahayu Jurnal Akuntansi Multiparadigma cost doi 10 21776 ub jamal 2021 12 2 20
  3. MEMAHAMI SUASANA DILEMATIS ANTARA HUTAN DAN UANG MELALUI SEMIOTIKA AKUNTANSI | RISTANSI: Riset Akuntansi.... doi.org/10.32815/ristansi.v3i2.1400MEMAHAMI SUASANA DILEMATIS ANTARA HUTAN DAN UANG MELALUI SEMIOTIKA AKUNTANSI RISTANSI Riset Akuntansi doi 10 32815 ristansi v3i2 1400
Read online
File size748.69 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test