STTPBSTTPB
KURIOSKURIOSPenelitian ini mengkaji teologi Tanah Perjanjian dengan menempatkannya sebagai persoalan teologis relasional, bukan semata tema geografis, historis, atau simbolik. Bertolak dari kritik terhadap kecenderungan studi biblika yang bersifat deskriptif-induktif dalam membaca tema tanah, penelitian ini mengajukan pertanyaan teologis: untuk apa Tanah Perjanjian diteologisasikan dalam narasi penebusan. Dengan pendekatan naratif-teologis, artikel ini menelusuri fungsi tanah dalam struktur penebusan Alkitab, mulai dari panggilan Abraham, realisasi dan disiplin dalam sejarah Israel, hingga transformasi maknanya dalam terang penggenapan eskatologis Perjanjian Baru. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanah berfungsi sebagai topos relasional, yakni ruang teologis tempat relasi antara Allah, umat perjanjian, dan ciptaan dibentuk serta dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, Tanah Perjanjian tidak dipahami sebagai legitimasi kepemilikan eksklusif, melainkan sebagai sarana partisipasi perjanjian yang menuntut ketaatan, tanggung jawab etis, dan kesadaran ekologis dalam narasi penebusan.
Tanah Perjanjian dalam Alkitab berfungsi sebagai topos relasional yang menghubungkan hubungan antara Allah, umat, dan ciptaan.Penelitian ini menegaskan bahwa tanah bukan sekadar objek kepemilikan, tetapi ruang teologis untuk pembentukan identitas dan etika umat.Makna tanah terus berkembang dari ruang partikular menuju horizon relasional dan eskatologis yang universal.Teologisasi Tanah Perjanjian bertujuan membentuk identitas umat yang hidup dalam ketaatan, keadilan, dan tanggung jawab sosial-ekologis sebagai partisipasi dalam karya pemulihan Allah.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep Tanah Perjanjian dapat diimplementasikan dalam konteks ekologis lokal, seperti studi kasus tentang tanggung jawab gereja dalam menjaga lingkungan di daerah tertentu. Selain itu, penelitian dapat mengkaji peran teologi naratif dalam membangun identitas gereja yang inklusif di tengah keragaman budaya. Terakhir, penelitian bisa mengevaluasi dampak pendekatan teologi relasional terhadap penerapan keadilan sosial dalam masyarakat modern, dengan fokus pada konflik agraria dan hak atas tanah.
| File size | 560.69 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Kepemimpinan naratif-memori adalah paradigma pembangunan jemaat di Indonesia yang lebih setia secara teologis dan relevan secara kontekstual. Model iniKepemimpinan naratif-memori adalah paradigma pembangunan jemaat di Indonesia yang lebih setia secara teologis dan relevan secara kontekstual. Model ini
STTPBSTTPB Dengan demikian, kritik profetis Yesus di meja makan berfungsi sebagai paradigma teologis untuk membaca fenomena religiositas kontemporer, khususnya dalamDengan demikian, kritik profetis Yesus di meja makan berfungsi sebagai paradigma teologis untuk membaca fenomena religiositas kontemporer, khususnya dalam
STTPBSTTPB Rekonstruksi yang ditawarkan di sini—tata kelola partisipatif-komunal—mengintegrasikan eklesiologi alkitabiah (karunia terdistribusi, komunalisme ekonomi,Rekonstruksi yang ditawarkan di sini—tata kelola partisipatif-komunal—mengintegrasikan eklesiologi alkitabiah (karunia terdistribusi, komunalisme ekonomi,
STTPBSTTPB Berpijak pada teori akselerasi sosial Hartmut Rosa dan kritik Byung-Chul Han terhadap masyarakat burnout, studi ini mendiagnosis akselerasi sebagai patologiBerpijak pada teori akselerasi sosial Hartmut Rosa dan kritik Byung-Chul Han terhadap masyarakat burnout, studi ini mendiagnosis akselerasi sebagai patologi
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis teks Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amsal 6:6 menekankanMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis teks Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amsal 6:6 menekankan
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Generasi ini dikenal memiliki potensi kreatif namun rapuh secara emosional dan spiritual. Fenomena ini dipengaruhi oleh pola asuh permisif, budaya instan,Generasi ini dikenal memiliki potensi kreatif namun rapuh secara emosional dan spiritual. Fenomena ini dipengaruhi oleh pola asuh permisif, budaya instan,
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Dari integritas itu, pelayanan Paulus menghadirkan paradigma kepemimpinan transformatif yang relevan di tengah budaya post-truth, sementara ketekunannyaDari integritas itu, pelayanan Paulus menghadirkan paradigma kepemimpinan transformatif yang relevan di tengah budaya post-truth, sementara ketekunannya
STT GKESTT GKE Sekolah Minggu merupakan pelayanan yang lazim di GKE, namun pelayanan khusus bagi ABK masih tergolong baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifSekolah Minggu merupakan pelayanan yang lazim di GKE, namun pelayanan khusus bagi ABK masih tergolong baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
Useful /
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Pendidikan demikian membentuk identitas iman yang teguh sekaligus inklusif, sehingga peserta didik mampu hidup damai di tengah pluralitas. Paradigma iniPendidikan demikian membentuk identitas iman yang teguh sekaligus inklusif, sehingga peserta didik mampu hidup damai di tengah pluralitas. Paradigma ini
UMNUMN Pasar Senggol memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan promosi yang berkelanjutan,Pasar Senggol memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan promosi yang berkelanjutan,
UMNUMN Sebagai saran untuk pengembangan pengabdian lebih lanjut, perlu adanya kegiatan lanjutan yang tidak hanya terbatas pada penyuluhan, tetapi juga pelatihanSebagai saran untuk pengembangan pengabdian lebih lanjut, perlu adanya kegiatan lanjutan yang tidak hanya terbatas pada penyuluhan, tetapi juga pelatihan
UMNUMN Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan, dan konsultasi kepada masyarakat desa, dengan pendekatan partisipatif. Hasil yangMetode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan, dan konsultasi kepada masyarakat desa, dengan pendekatan partisipatif. Hasil yang