POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Latar Belakang: Penyakit Infeksi saluran kemih masih menjadi masalah kesehatan karena angka morbiditas dan mortalitas masih cukup tinggi. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit menular terbanyak kedua setelah infeksi Pernapasan. ISK juga dapat terjadi pada semua kalangan usia mulai dari anak- anak samapai orang dewasa. ISK dapat disebabkan oleh bakteri gram negatif maupun gram positif serta jamur, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuman penyebab ISK dan mengetahui jenis antibiotik yang sensitif dan resisten melalui pemeriksaan kultur urin penderita ISK serta untuk mengetahui faktor - faktor penyebab terjadinya resistensi. Metode: Desain penelitan ini adalah deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di laboratorium Bakteriologi jurusan teknologi laboratorium medik Poltekkes Kemenkes Jambi. Hasil: Berdasarkan jenis kelamin responden laki- laki 20 (33%) sedangkan perempuan lebih banyak yaitu 40 (67%). Rentang usia responden adalah 1 hingga 67 tahun dengan rata-rata 19 tahun kasus ISK terbanyak pada usia 1-15 tahun yaitu 63%. pola kuman penyebab ISK yang paling banyak adalah Bakteri E. Coli 29 (48%) disusul bakteri Staphylococcus epidermidis 18%. Dari bentuk bakterinya 28 % golongan kokus dan 72% bantuk batang. Kesimpulan: Pola kuman penyebab infeksi saluran kemih disebabkan oleh 9 spesies bakteri yang terbanyak adalah bakteri E. Coli 48% dan kedua Staphylococcus epidermidis (18%). ISK banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan dan berdasarkan usia terbanyak terjadi pada anak-anak 1-15 tahun.

Pola kuman penyebab infeksi saluran kemih disebabkan oleh 9 spesies bakteri yang terbanyak adalah bakteri E.Coli 48% dan kedua Staphylococcus epidermidis (18%).ISK banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan dan berdasarkan usia terbanyak terjadi pada anak-anak 1-15 tahun.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap resistensi antibiotik pada pasien ISK. Selain itu, penelitian tentang pola kuman penyebab ISK dan sensitivitas antibiotik terhadap kuman tersebut juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, penelitian tentang strategi pencegahan dan penanganan ISK yang efektif, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dewasa, dapat menjadi topik yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut.

Read online
File size118 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test