POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Latar Belakang: Penyempitan serta kekakuan dinding pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sistol dan diastol. Pengetahuan, sikap, dan perilaku merupakan faktor eksternal penting dalam peningkatan kadar kolesterol. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan peningkatan kadar kolesterol dengan tekanan darah serta faktor karakteristik pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Talang Jambe Palembang. Metode: Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi sebanyak 36 orang. Variabel independen adalah karakteristik (pengetahuan, sikap, dan perilaku) serta tekanan darah, sedangkan variabel dependen adalah kadar kolesterol. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) menggunakan alat Kenza (enzimatik kolorimetrik CHOD-PAP), pengukuran tensi darah menggunakan sphygmomanometer dan stetoskop, serta faktor karakteristik risiko dilihat melalui kuesioner. Hasil: Dari 36 responden, 35 (97,2%) memiliki pengetahuan baik, 33 (91,7%) memiliki sikap baik, dan 18 (50%) memiliki perilaku sangat baik. Kadar kolesterol rata-rata di atas normal (207,75mg/dl), sedangkan tekanan darah sistol dan diastol rata-rata dalam kategori tinggi (≥ 140/99). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara faktor karakteristik (pengetahuan, sikap, perilaku) serta tekanan darah sistol dan diastol dengan kadar kolesterol pada penderita hipertensi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor karakteristik (pengetahuan, sikap, perilaku) serta tekanan darah sistol dan diastol dengan kadar kolesterol pada penderita hipertensi.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran, sikap positif, dan perilaku sehat dalam mengelola kadar kolesterol dan tekanan darah.Dengan demikian, intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, dan perubahan perilaku dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku, dan kadar kolesterol pada penderita hipertensi, misalnya dengan menggunakan metode kualitatif untuk memahami perspektif pasien. Kedua, penelitian intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan perubahan perilaku dalam menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Talang Jambe. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan kadar kolesterol dan tekanan darah pada penderita hipertensi dari waktu ke waktu, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor prediktif yang dapat membantu dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit hipertensi.

Read online
File size240.79 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test