POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang berisiko tinggi mengalami infeksi dan amputasi. Staphylococcus aureus merupakan patogen utama yang banyak ditemukan pada luka ulkus diabetikum, termasuk jenis Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA). Salah satu faktor virulensi penting dari MSSA adalah gen Panton-Valentine Leukocidin (PVL), yang berperan dalam merusak sel leukosit dan memicu nekrosis jaringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gen PVL pada isolat MSSA dari pasien dengan ulkus kaki diabetik. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimental laboratorium. Sampel berupa swab ulkus kaki diabetik yang diisolasi dan diidentifikasi sebagai MSSA melalui uji fenotipik dan uji sensitivitas antibiotik menggunakan cakram cefoxitin. Deteksi gen PVL dilakukan secara molekuler dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional menggunakan primer spesifik LukS-PV dan LukF-PV. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 30 sampel yang diteliti terdapat 18 sampel (60%) yang teridentifikasi Staphylococcus aureus. Dari 18 sampel tersebut terdapat 8 sampel (44%) yang termasuk MSSA, dan dari 8 sampel isolat MSSA yang dideteksi gen PVL diperoleh hasil negative (0%) pada semua sampel. Kesimpulan: Tidak terdeteksi gen PVL pada total 8 isolat MSSA yang diambil dari swab pasien dengan ulkus kaki diabetik, menunjukkan semua isolat MSSA tersebut negatif tidak membawa gen PVL.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan gen PVL pada delapan isolat MSSA yang diperoleh dari pasien ulkus kaki diabetik.Hal ini mengindikasikan bahwa isolat MSSA yang diteliti tidak membawa gen virulensi PVL.Temuan ini memberikan informasi penting mengenai karakteristik MSSA pada pasien ulkus kaki diabetik.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan pendekatan molekuler yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi faktor virulensi lainnya pada MSSA penyebab ulkus kaki diabetik. Selain itu, studi klinis yang mengkorelasikan antara keberadaan faktor virulensi dengan tingkat keparahan luka dan respons terhadap terapi antibiotik perlu dikembangkan. Terakhir, penelitian yang berfokus pada mekanisme resistensi antibiotik pada MSSA dan interaksinya dengan faktor virulensi, seperti PVL, dapat memberikan wawasan baru untuk pengembangan strategi terapi yang lebih efektif dalam mengatasi infeksi ulkus kaki diabetik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai patogenesis infeksi MSSA pada ulkus kaki diabetik, sehingga dapat meningkatkan kualitas penanganan dan mengurangi risiko amputasi pada pasien diabetes.

Read online
File size176.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test