POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Latar Belakang: Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat memicu inflamasi. C-Reactive Protein (CRP) adalah protein fase akut yang meningkat saat terjadi peradangan dan dapat menjadi indikator inflamasi pada penderita asam urat. Pemeriksaan CRP dapat memberikan gambaran adanya inflamasi, terutama pada pasien dengan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes mellitus (DM). Tujuan: Mengetahui gambaran kadar CRP pada penderita asam urat di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 penderita asam urat dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan laboratorium CRP dengan metode aglutinasi. Hasil: Sebanyak 30% responden memiliki kadar CRP tidak normal, sementara 70% normal. Pada responden dengan riwayat penyakit, kadar CRP tinggi ditemukan pada 36,4% kasus. Sementara pada responden tanpa riwayat penyakit tersebut, kadar CRP tinggi hanya sebesar 10,5%. Kesimpulan: Mayoritas penderita asam urat memiliki kadar CRP normal. Namun, kadar CRP lebih tinggi pada pasien dengan riwayat penyakit DM, yang menunjukkan peran komorbiditas dalam meningkatkan risiko inflamasi. Saran: Kepada para klinisi seyogyanya melakukan pemeriksaan asam urat untuk melihat tingkat inflamasi pada penderita asam urat, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit hipertensi atau diabetes melitus.

Mayoritas penderita asam urat memiliki kadar CRP normal.Kadar CRP lebih tinggi terdapat pada pasien dengan riwayat diabetes mellitus, menunjukkan bahwa komorbiditas berperan dalam meningkatkan risiko inflamasi.Faktor penyakit penyerta seperti hipertensi dan DM perlu dipertimbangkan saat menilai aktivitas inflamasi pada penderita asam urat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan desain longitudinal untuk melihat perubahan kadar CRP sepanjang waktu pada penderita asam urat, terutama selama fase remisi dan serangan akut, agar dapat dipahami bagaimana dinamika inflamasi berlangsung. Kedua, diperlukan studi yang mengevaluasi hubungan antara kadar CRP dengan tingkat keparahan gejala klinis asam urat dan jenis komorbiditas tertentu, seperti membandingkan pengaruh hipertensi dan diabetes mellitus secara terpisah terhadap peningkatan CRP. Ketiga, penelitian lanjutan bisa menguji pengaruh intervensi gaya hidup, seperti modifikasi diet rendah purin dan peningkatan aktivitas fisik, terhadap penurunan kadar CRP pada penderita asam urat dengan komorbiditas, untuk mengevaluasi efektivitas pencegahan inflamasi secara dini. Ketiga arah penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang bersifat deskriptif dan memberikan dasar bagi strategi pengelolaan asam urat yang lebih personal dan berbasis inflamasi. Penelitian-penelitian tersebut juga dapat membantu mengidentifikasi kelompok risiko tinggi secara lebih akurat dan merancang tindakan pencegahan yang lebih efektif.

  1. DOI Name 10.52071 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 32z crossref email support... doi.org/10.52071DOI Name 10 52071 Values doi name values index type timestamp data hs serv 32z crossref email support doi 10 52071
Read online
File size115.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test