UNYUNY

Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan KonselingJurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psychological well-being korban pelecehan seksual yang pernah terjadi ketika masa remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari UD, NM, JD, AT, dan PM, yang kesemuanya merupakan korban pelecehan seksual selama masa remaja. Sumber data meliputi data primer dari korban dan sahabat korban, serta data sekunder dari penelitian terdahulu, literatur, buku, dan jurnal. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis berdasarkan dimensi psychological well-being. Hasil menunjukkan bahwa kelima subjek memiliki tingkat pencapaian psychological well-being yang berbeda-beda, namun tidak ada yang mencapai psychological well-being secara sempurna karena beberapa dimensi dari enam dimensi tidak terpenuhi. Dimensi yang tidak terpenuhi pada subjek UD, JD, dan PM adalah tujuan hidup, sedangkan pada NM dan AT adalah penerimaan diri.

Kekerasan seksual di masa remaja memberi dampak terhadap psychological well-being korban saat ini.Kelima subjek korban pelecehan seksual yang terjadi di masa remaja belum mencapai psychological well-being secara sempurna karena ada dimensi yang tidak terpenuhi.Subjek UD, JD, dan PM mengalami kendala pada dimensi tujuan hidup, sedangkan NM dan AT pada dimensi penerimaan diri.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melibatkan korban pelecehan seksual dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan daerah untuk melihat bagaimana faktor konteks sosial memengaruhi proses pemulihan psychological well-being. Kedua, penting untuk mengembangkan penelitian yang mengeksplorasi efektivitas intervensi konseling berbasis penguatan identitas dan tujuan hidup bagi korban yang mengalami hambatan dalam dimensi tujuan hidup dan penerimaan diri. Ketiga, diperlukan studi tindak lanjut jangka panjang terhadap korban pelecehan seksual untuk memahami perkembangan dinamis psychological well-being seiring waktu, termasuk faktor-faktor protektif yang membantu pemulihan, sehingga dapat dirancang pendekatan pendampingan yang lebih holistik dan berkelanjutan. Penggabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam studi ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan komunitas dalam proses pemulihan. Selain itu, penting untuk menguji alat ukur yang sensitif terhadap perubahan dimensi psychological well-being pada populasi korban. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan program intervensi yang terukur dan relevan. Fokus pada kelompok usia berbeda juga perlu dipertimbangkan. Akhirnya, membandingkan pengalaman korban lintas budaya lokal dapat mengungkapkan strategi koping unik yang berkembang dalam konteks tertentu.

Read online
File size156.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test