UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Indonesia menjadi salah satu negara yang menempati posisi 4 sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak didunia yakni sebesar 240 juta pengguna. Fenomena yang terjadi saat ini adalah adanya kecenderunngan masyarakat dan remaja dalam menggunakan smartphone sehingga menyebabkan nomophobia. Kebijakan pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pada siswa SMA negeri di Kota Surabaya diketahui menjadikan siswa cenderung memanfaatkan keberadaan smarthphone untuk mengakses kegiatan belajar mengajar, sehingga menyumbang tingginya intensitas penggunaan smartphone. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, intensitas dan niat menggunakan smartphone dengan nomophobia. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancang bangun cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di 5 SMA Negeri Surabaya sebanyak 414 siswa. Data dikumpulkan melalui metode pengambilan data primer dan sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa usia tidak berhubungan dengan nomophobia, sementara jenis kelamin (p = 0,002), hubungan intensitas penggunaan smartphone (p = 0,000) dan niat (p = 0,000) berhubungan signifikan dengan nomophobia.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan karakteristik tidak terdapat hubungan antara usia dengan nomophobia yang terjadi pada remaja, tetapi berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa perempuan mendominasi terjadinya nomophobia.Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia serta hubungan yang signifikan antara niat menggunakan smartphone dengan nomophobia.Semakin tinggi intensitas penggunaan smartphone maka semakin tinggi tingkat nomophobia remaja.Sejalan dengan hal tersebut, semakin tinggi niat menggunakan smartphone maka semakin tinggi pula tingkat nomophobia pada remaja.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai dampak negatif penggunaan smartphone yang berlebihan, terutama terkait dengan potensi timbulnya nomophobia. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi nomophobia, seperti dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya. Pengembangan program intervensi yang melibatkan peran aktif orang tua dan sekolah dalam memantau serta mengendalikan penggunaan smartphone pada remaja juga menjadi penting untuk dilakukan. Terakhir, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk memahami perkembangan nomophobia pada remaja dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang paling signifikan.

Read online
File size724.48 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test