STIBASTIBA

JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian HadisJAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis

Penelitian ini membahas hadis-hadis tentang duduk setelah salat Subuh hingga terbitnya matahari dan salat dua rakaat setelahnya yang dikenal sebagai salat isyraq. Kajian difokuskan pada dua pokok masalah: validitas hadis-hadis yang menjadi dasar kedua amalan tersebut, serta kedudukan salat isyraq apakah merupakan ibadah tersendiri atau bagian dari salat duha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan metode takhrij dan analisis sanad-matan terhadap hadis-hadis terkait yang terdapat dalam kutub al-tisah dan sumber-sumber hadis lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang duduk setelah salat Subuh hingga terbit matahari serta hadis-hadis tentang salat dua rakaat setelah matahari meninggi adalah tsabit dan sahih secara terpisah. Adapun riwayat yang mengaitkan keduanya dalam satu rangkaian dengan keutamaan pahala setara haji dan umrah masih diperselisihkan derajatnya karena sebagian besar sanadnya lemah. Dengan demikian, salat isyraq tidak merupakan ibadah yang berdiri sendiri, melainkan salat duha yang dilaksanakan pada awal waktunya. Kedua amalan tersebut tetap memiliki dasar yang sahih untuk diamalkan secara terpisah, sementara klaim keutamaan khususnya perlu disikapi dengan kehati-hatian ilmiah dalam penilaian hadis.

Berdasarkan analisis sanad dan matan terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan duduk setelah salat Subuh dan salat dua rakaat setelah terbitnya matahari, dapat disimpulkan bahwa riwayat tentang masing-masing amalan secara terpisah adalah tsabit dan sahih dari Nabi, sedangkan hadis-hadis yang mengaitkan keduanya dalam satu rangkaian dengan keutamaan tertentu masih diperselisihkan karena sebagian besar sanadnya lemah.Dengan demikian, duduk setelah salat Subuh hingga matahari terbit dan salat dua rakaat setelahnya merupakan dua amalan sunnah yang sahih secara terpisah, namun tidak memiliki dalil kuat yang menjadikannya satu kesatuan ibadah khusus.Salat yang dikenal sebagai salat isyraq pada hakikatnya adalah salat duha yang dilaksanakan pada awal waktunya, bukan ibadah tersendiri yang berdiri independen dari salat duha.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan salat isyraq dan duduk setelah Subuh, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti sanad, matan, dan tarjih. Selain itu, dapat juga dilakukan studi komparatif terhadap pendapat para ulama klasik dan kontemporer mengenai amalan ini, serta mengkaji implikasi hukum dan praktik ibadah yang terkait. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada aspek-aspek sosial dan psikologis dari amalan ini, seperti pengaruhnya terhadap kedisiplinan dan spiritualitas individu, serta dampak sosialnya dalam komunitas Muslim.

Read online
File size669.37 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test