UMGUMG

PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi)PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi)

Pasangan yang tinggal bersama orang tua (mertua) memiliki berbagai dinamika dalam kehidupan keluarga seperti adanya konflik interpersonal antara menantu perempuan dan mertua. Konflik interpersonal dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat stres lingkungan yang dialami dalam lingkungan rumah tangga khususnya pada menantu perempuan. Sehingga pada menantu perempuan membutuhkan ketangguhan psikologis yang cukup besar dalam menghadapi stres lingkungan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik interpersonal menantu perempuan pada mertua dan hardiness terhadap stres lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode korelasional kuantitatif dengan teknik analisis berbasis variance (Partial Least Square) dan diolah menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Pada penelitian ini terdapat sampel penelitian sebanyak 326 menantu perempuan yang tinggal bersama mertua yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria partisipan penelitian yaitu seperti berdasarkan usia, pendidikan, lama menikah, dan lama tinggal bersama mertua. Instrumen pada penelitian terdiri dari skala stres lingkungan, konflik interpersonal, dan hardiness. Hasil penelitian melihatkan bahwa hardiness memiliki pengaruh positif signifikan terhadap stres lingkungan serta konflik interpersonal juga memiliki pengaruh signifikan terhadap stres lingkungan. Pada hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa seseorang dengan tingkat hardiness yang lebih tinggi cenderung lebih baik dalam menghadapi stres lingkungan sebagai tantangan. Sebaliknya, konflik interpersonal yang tinggi dapat meningkatkan stres lingkungan, sehingga diperlukan kemampuan ketangguhan yang tinggi untuk mengatasi tekanan yang muncul dari konflik interpersonal.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan terkait hubungan konflik interpersonal antara menantu perempuan dengan mertua dan hardiness terhadap stres lingkungan, bahwa hardiness memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap stres lingkungan terhadap menantu perempuan yang tinggal bersama mertua.Sehingga individu dengan tingkat hardiness lebih tinggi cenderung lebih mampu mengelola dan mempersepsikan stres dengan cara yang berarti, sehingga meningkatkan kesadaran mereka terhadap tekanan lingkungan.Konflik interpersonal antara menantu perempuan dan mertua juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan stres lingkungan.Ketidaksesuaian dalam tujuan, nilai, dan ekspektasi antara menantu dan mertua seringkali memicu konflik yang bisa mengganggu kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis menantu perempuan.Hardiness juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang penting, membantu menantu perempuan untuk menghadapi dan mengelola konflik dengan lebih baik.Dengan memiliki ketangguhan psikologis yang tinggi, mereka dapat mengubah stressor negatif menjadi tantangan, sehingga mengurangi resiko dampak negatif pada kesehatan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan lebih banyak partisipan, termasuk menantu perempuan yang tidak tinggal dengan mertua, dengan menggunakan metode penelitian yang lain seperti penelitian kualitatif agar mendapatkan hasil yang lebih kompleks untuk bisa mengetahui bentuk-bentuk konflik yang dialaminya. Selain itu, peneliti juga sebaiknya dapat mengembangkan alat ukur yang lebih komprehensif untuk menilai hardiness, dengan mempertimbangkan berbagai dimensi dan konteks yang berbeda. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi stres lingkungan, seperti dukungan sosial, tingkat ekonomi, dan kondisi kesehatan mental partisipan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika stres lingkungan pada menantu perempuan yang tinggal bersama mertua.

Read online
File size725.15 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test