UM MetroUM Metro

BIOLOVABIOLOVA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan abiotik tempat tumbuhnya tumbuhan paku-pakuan serta tingkat keanekaragaman tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan membuat petak sampel berukuran 5x5 m. Purposive sampling digunakan untuk mencari lokasi plot yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan paku yang relatif rendah, dengan H= 0,727. Jenis tumbuhan paku yang ditemukan sebanyak 11 famili yang berbeda dengan 14 jenis tumbuhan paku yaitu: Asplenium nidus L., Stenochlaena palustris (Burm) Bedd., Blechnum sp., Davalia denticulate (Burm F.) Mett. ex Kuhn, Nephrolepis exaltata (L.) Schott, Gleichenia linearis (Burm.) Clarke., Lycopodium cernuum L, Lygodium flexuosum (L.) Sw., Lygodium longifolium (Willd.) Sw., Nephrolepis radicans (Nurm.) Kuhn., Drymoglossum piloselloides (Linn.) Presl., Pleocnaema irregularis, Pyrrosia longifolia (Burm.) Morton, dan Christella dentata (Forsk.) Browney & Jermy. Diperoleh kondisi lingkungan abiotik dengan rerata nilai intensitas cahaya 11087,25 lux, rerata nilai pH tanah 6,45, rerata nilai kelembaban tanah 70%, dan rerata suhu udara 31,35 ºC.

Berdasarkan hasil penelitian, keanekaragaman tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda tergolong rendah, dengan H = 0,727.Tumbuhan paku yang ditemukan sebanyak 11 famili dari 14 spesies yang terdiri dari Asplenium nidus L., Lycopodium cernuum L, Lygodium flexuosum (L.Kondisi lingkungan abiotik di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda didapati intensitas cahaya yaitu rata-rata seluruh stasiun yaitu 11.087,25, pH tanah rata-rata seluruh stasiun yaitu 6,45, kelembapan tanah rata-rata seluruh stasiun yaitu 70%, dan suhu udara rata-rata seluruh stasiun yaitu 31,35 ºC.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samarinda. Penelitian ini dapat fokus pada analisis hubungan antara kondisi lingkungan abiotik, seperti intensitas cahaya, pH tanah, kelembaban tanah, dan suhu udara, dengan keanekaragaman tumbuhan paku. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang peran tumbuhan paku dalam ekosistem hutan, termasuk kontribusinya dalam pencegahan erosi dan pembentukan humus. Penelitian ini dapat membantu memahami dinamika tumbuhan paku dan ekosistem hutan secara lebih komprehensif, serta memberikan rekomendasi untuk konservasi dan pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus.

Read online
File size1.27 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test