UIAUIA
VERITASVERITASPasal 610 ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur mengenai pertanggungjawaban pidana pengedar narkotika golongan I. Terdapat perbedaan pengaturan penjara dibandingkan ketentuan Pasal 114 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tiada norma pidana penjara seumur hidup bagi pengedar narkotika golongan I pada Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, berdampak pada penegakan hukum penyalahgunaan narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana penjara dalam Pasal 610 ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 lebih ringan dibandingkan pengaturan dalam Pasal 114 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009, khususnya pada Narkotika Golongan I. Seharusnya keberadaan pidana penjara pada pasal 610 ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023, lebih berat dibandingkan dengan Pasal 114 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009, hal ini dikarenakan keberadaan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 sebagai lex specialis dari segenap kebijakan hukum pidana nasional, dibandingkan pengaturan yang sebelumnya telah ada pada Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009. Saran yang dikemukakan bahwa pembentuk undang-undang perlu melakukan Perubahan pada Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023. Adapun revisi yang dimaksud dikhususkan pada norma Pasal 610 ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023, khususnya pidana penjara bagi pengedar narkotika golongan I, yang saat ini belum mencantumkan pidana penjara seumur hidup.
Berdasarkan analisa yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa pengaturan pertanggungjawaban pidana pengedar narkotika golongan I pada UU KUHP baru dan Undang Undang Narkotika, disimpulkan bahwa pidana penjara dalam UU KUHP baru lebih ringan dibandingkan pengaturan dalam Undang Undang Narkotika, khususnya pada Narkotika Golongan I.Seharusnya pengaturan tindak pidana penjara pada UU KUHP baru, lebih berat dibandingkan dengan ketentuan Undang Undang Narkotika, hal ini dikarenakan UU KUHP baru sebagai lex genaris dari segenap kebijakan hukum pidana nasional, dibandingkan pengaturan yang sebelumnya telah ada pada Undang Undang Narkotika.Konsekuensi yuridis perbedaan pengaturan penegakan hukum pidana penjara pengedar narkotika golongan I pada UU KUHP baru dibandingkan dengan Undang Undang Narkotika akan menyebabkan penegakan hukum Narkotika Golongan I semakin tidak maksimal.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada beberapa aspek penting. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mendalam mengenai efektivitas berbagai model penegakan hukum narkotika di berbagai negara, dengan mempertimbangkan perbedaan sistem hukum dan budaya. Kedua, penelitian dapat mengkaji dampak psikologis dan sosial terhadap keluarga dan komunitas yang terdampak oleh penyalahgunaan narkotika, serta mengembangkan program rehabilitasi yang lebih efektif dan berpusat pada pemulihan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), dalam mendeteksi dan mencegah peredaran narkotika secara lebih efisien, sambil tetap memperhatikan aspek privasi dan hak asasi manusia. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemberantasan narkotika di Indonesia, tidak hanya dari segi hukum dan penegakan hukum, tetapi juga dari segi sosial, psikologis, dan teknologi.
| File size | 243.43 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STIESTEKOMSTIESTEKOM Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi instruktur dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap motivasi masyarakat berolahraga senam AerobikHasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi instruktur dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap motivasi masyarakat berolahraga senam Aerobik
IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER Temuan menunjukkan bahwa pendirian BPKH telah meningkatkan pengelolaan keuangan haji secara signifikan dengan konsensus 100% dari para ahli mengenai peningkatanTemuan menunjukkan bahwa pendirian BPKH telah meningkatkan pengelolaan keuangan haji secara signifikan dengan konsensus 100% dari para ahli mengenai peningkatan
UMPRUMPR Oleh karena itu, diperlukan sinkronisasi antara kebijakan hukum dengan edukasi sosial yang masif untuk memastikan tujuan utama dari peningkatan batas usiaOleh karena itu, diperlukan sinkronisasi antara kebijakan hukum dengan edukasi sosial yang masif untuk memastikan tujuan utama dari peningkatan batas usia
STISAPAMEKASANSTISAPAMEKASAN Skema pembagian keuntungan adalah 65% untuk nasabah dan 35% untuk lembaga, menggunakan pendekatan profit and loss sharing yang dihitung setiap akhir bulanSkema pembagian keuntungan adalah 65% untuk nasabah dan 35% untuk lembaga, menggunakan pendekatan profit and loss sharing yang dihitung setiap akhir bulan
UNARSUNARS Jenis penelitian ini adalah hukum normatif, menggunakan pendekatan Statute Approach dan Conceptual Approach. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukumJenis penelitian ini adalah hukum normatif, menggunakan pendekatan Statute Approach dan Conceptual Approach. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum
UNARSUNARS Ketika suatu perbuatan dikategorikan sebagai tindak pidana, penentuan ancaman sanksi pidana menjadi langkah selanjutnya. Namun, pertimbangan aspek kemanfaatan,Ketika suatu perbuatan dikategorikan sebagai tindak pidana, penentuan ancaman sanksi pidana menjadi langkah selanjutnya. Namun, pertimbangan aspek kemanfaatan,
UNARSUNARS Kepercayaan masyarakat terhadap profesionalitas seorang notaris ditentukan oleh tingkat integritas dan komitmen yang dimilikinya. Notaris harus memastikanKepercayaan masyarakat terhadap profesionalitas seorang notaris ditentukan oleh tingkat integritas dan komitmen yang dimilikinya. Notaris harus memastikan
UNARSUNARS Maraknya belanja online mengakibatkan timbulnya permasalahan baru di bidang hukum perlindungan konsumen. Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatianMaraknya belanja online mengakibatkan timbulnya permasalahan baru di bidang hukum perlindungan konsumen. Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian
Useful /
UMGUMG 9136, yang menunjukkan kekuatan klasifikasi sangat tinggi. 5 (J48) juga menunjukkan performa yang baik dengan akurasi 96.61%, serta kemampuan interpretasi9136, yang menunjukkan kekuatan klasifikasi sangat tinggi. 5 (J48) juga menunjukkan performa yang baik dengan akurasi 96.61%, serta kemampuan interpretasi
UMWUMW Pendekatan kuantitatif dengan desain cross‑sectional diterapkan pada bulan Juli 2024, melibatkan 140 responden terdiri dari pemimpin tim dan perawatPendekatan kuantitatif dengan desain cross‑sectional diterapkan pada bulan Juli 2024, melibatkan 140 responden terdiri dari pemimpin tim dan perawat
ARIPAFIARIPAFI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana nilai-nilai ekologi yang terkandung dalam ajaran Buddha dapat membentuk kesadaran lingkunganPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana nilai-nilai ekologi yang terkandung dalam ajaran Buddha dapat membentuk kesadaran lingkungan
UMGUMG Studi ini dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya mengenai algoritma atau metode tambahan yang dapat digabungkan sehingga dapat meningkatkanStudi ini dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya mengenai algoritma atau metode tambahan yang dapat digabungkan sehingga dapat meningkatkan