UNUDUNUD

Community of Publishing in NursingCommunity of Publishing in Nursing

Academic Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan akademik yang berkepanjangan, yang ditunjukkan melalui penurunan motivasi, rasa kompeten, dan keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa korelasi antara harga diri terhadap academic burnout pada pelajar SMA Negeri 1 Kuta Utara. Jenis penelitian ini ialah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ialah 713 pelajar kelas X SMAN 1 Kuta Utara. Sampel penelitian sejumlah 257 pelajar dihimpun melalui teknik stratified random sampling. Data penelitian diperoleh melalui instrumen Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur academic burnout dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri. Uji korelasi Spearman Rank digunakan dalam analisis data dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa 35,4% responden memiliki harga diri rendah dan 35,4% harga diri sedang, sementara 50,2% responden berada pada kategori academic burnout rendah. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,000 dan r = -0,295, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah hingga sedang dan arah hubungan negatif. Semakin tinggi harga diri seorang pelajar, tentunya kian rendah pula potensi dalam mengalami academic burnout.

Melalui hasil penelitian yang telah diselenggarakan di SMA Negeri 1 Kuta Utara, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat harga diri pada kategori rendah hingga sedang, dan mayoritas responden menunjukkan tingkat academic burnout yang rendah.Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan korelasi rendah antara harga diri dan academic burnout pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap academic burnout pada siswa SMA, seperti dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya, serta gaya belajar yang efektif. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi program intervensi yang efektif dalam meningkatkan harga diri dan mengurangi academic burnout pada siswa, misalnya melalui pelatihan keterampilan sosial, konseling, atau program mentoring. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman siswa dalam menghadapi academic burnout, serta strategi koping yang mereka gunakan.

  1. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Peserta Didik | Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat.... journal.ar-raniry.ac.id/index.php/jrpm/article/view/1684Faktor Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Peserta Didik Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat journal ar raniry ac index php jrpm article view 1684
  2. Hubungan antara School Engagement, Academic Self-Efficacy dan Academic Burnout pada Mahasiswa | Humanitas... doi.org/10.28932/humanitas.v1i2.418Hubungan antara School Engagement Academic Self Efficacy dan Academic Burnout pada Mahasiswa Humanitas doi 10 28932 humanitas v1i2 418
  3. ANALISIS KEJENUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KELAS XI IIS SMA NEGERI 9 PONTIANAK... jurnal.untan.ac.id/index.php/jurnalkpk/article/view/54518ANALISIS KEJENUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA KELAS XI IIS SMA NEGERI 9 PONTIANAK jurnal untan ac index php jurnalkpk article view 54518
Read online
File size305.85 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test