UNIKA Santo Thomas SUUNIKA Santo Thomas SU

ALUR : Jurnal ArsitekturALUR : Jurnal Arsitektur

Pada era digital ini, terdapat banyak software yang bisa digunakan untuk mensimulasikan pencahayaan buatan dari pabrikan software yang berbeda. Masing-masing software bekerja dengan cara pengoperasionalan dan tools yang berbeda serta menghasilkan kualitas hasil yang berbeda pula, meskipun secara umum, tujuan penggunaan software tersebut adalah sama yaitu menyajikan visualisasi pencahayaan yang semirip mungkin dengan realitas pencahayaan ruangan. Kondisi ini mengakibatkan pengguna dihadapkan pada satu pilihan yang sulit. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan satu uji terhadap kualitas software pencahayaan, baik terhadap kualitas hasil output software maupun kualitas mekanisme kerja software pencahayaan yang paling umum digunakan di dunia kerja yaitu Sketchup Pro 2017 version 17.2.2555 64 bit, DIALux evo version 5.7.1.36886 dan Relux Desktop version 2020.2.3.0, agar bisa menjadi referensi bagi pengguna dan penikmat software pencahayaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis komparatif menggunakan oneway ANOVA (analysis of variant). Tujuannya adalah berusaha mengetahui perbedaan kualitas software simulasi pencahayaan berdasarkan persepsi pengguna software, yang dalam hal ini adalah ahli gambar (drafter) dan persepsi penikmat hasil simulasi software pencahayaan, yang dalam hal ini adalah desainer interior dan mengetahui rerata tertinggi pada variable yang diuji. Hasil akhir menunjukkan adanya perbedaan kualitas yang signifikan pada software pencahayaan Sketchup Pro 2017 version 17.2.2555 64 bit, DIALux evo version 5.7.1.36886 dan Relux Desktop version 2020.2.3.0 berdasarkan persepsi pengguna dan penikmat hasil software.

Terdapat perbedaan kualitas yang signifikan antara software Sketchup Pro 2017, DIALux evo, dan Relux Desktop berdasarkan persepsi pengguna dan penikmat hasil simulasi.Sketchup Pro 2017 memiliki kualitas tertinggi menurut penikmat hasil simulasi, sementara DIALux evo dinilai paling baik oleh pengguna software.Variabel yang paling memengaruhi penilaian meliputi luminansi dan kejelasan kualitas cahaya, tekstur pencahayaan, aksen warna, serta aspek psikofisik dan maintainability.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana pengaruh variasi material dan warna pada permukaan ruang terhadap akurasi visualisasi pencahayaan di masing-masing software, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel seperti kesesuaian warna dan refleksi masih perlu ditingkatkan. Kedua, penting untuk mengevaluasi integrasi antara software simulasi pencahayaan dengan platform desain arsitektur lain secara lebih mendalam, mengingat rekomendasi menyebutkan perlunya peningkatan pada kompatibilitas dan efisiensi pengoperasian. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif menggunakan metode kualitatif atau mixed-method untuk mengeksplorasi pengalaman pengguna secara lebih mendalam, karena penelitian ini hanya menggunakan data kuantitatif berbasis persepsi melalui kuesioner, sehingga aspek subjektif yang lebih halus mungkin belum terungkap secara utuh. Pendekatan baru ini dapat membuka wawasan tentang bagaimana faktor non-teknis seperti kebiasaan kerja dan preferensi estetika memengaruhi preferensi terhadap software tertentu. Selain itu, penelitian lanjutan bisa menguji performa software pada skenario ruang yang lebih kompleks, seperti ruang publik atau fasilitas kesehatan, untuk melihat apakah temuan saat ini tetap konsisten. Dengan membandingkan hasil dari berbagai konteks ruang, akan diperoleh gambaran lebih komprehensif tentang keterbatasan masing-masing software. Studi juga bisa dirancang untuk menguji pengaruh parameter teknis seperti metode rendering (radiosity vs raytracing) terhadap persepsi kualitas visual. Hal ini penting karena software seperti Relux menggunakan metode canggih yang mungkin belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam skenario saat ini. Penelitian yang menguji ulang temuan ini dengan sampel yang lebih luas dan dari latar belakang profesi yang berbeda juga diperlukan untuk memperkuat validitas generalisasi. Terakhir, eksplorasi terhadap perkembangan versi terbaru dari software yang sama bisa menjadi arah studi yang relevan, mengingat teknologi simulasi berkembang cepat. Dengan demikian, hasil penelitian dapat tetap aktual dan memberi kontribusi pada praktik desain interior masa kini.

  1. (PDF) Validation of Relux Desktop 2019 against CIE 171:2006. pdf validation relux desktop against cie... researchgate.net/doi/10.13140/RG.2.2.14488.24320PDF Validation of Relux Desktop 2019 against CIE 171 2006 pdf validation relux desktop against cie researchgate doi 10 13140 RG 2 2 14488 24320
Read online
File size149.21 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test