UNTARUNTAR

Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)

Perusahaan ini merupakan perusahaan manufaktur sepatu safety yang menghadapi berbagai permasalahan kualitas, seperti cacat pada jahitan, kulit, ketidaksesuaian pasangan sepatu, serta kelengkapan yang tidak lengkap. Berdasarkan data produksi selama Maret 2024 hingga Februari 2025, jenis cacat dominan adalah “Pasangan Tidak Sesuai dan “Kelengkapan, dengan total cacat mencapai 3.694 pasang dari 120.000 pasang sepatu, serta nilai DPMO sebesar 7,695.83. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat dan merancang solusi peningkatan kualitas menggunakan metode New Seven Quality Tools dan Poka Yoke. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan alat bantu seperti Pareto Diagram, Affinity Diagram, Interrelationship Diagram, Tree Diagram, dan Matrix Analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa perbaikan yang dapat segera diterapkan meliputi pembuatan SOP, sosialisasi rutin, briefing harian, penambahan pencahayaan, serta penggantian komponen. Sementara solusi jangka panjang seperti penambahan conveyor belt dan preventive maintenance masih belum dapat direalisasikan karena keterbatasan waktu dan biaya. Implementasi dilakukan melalui penyusunan SOP berbasis Poka Yoke pada station packing sebagai upaya konkret peningkatan kualitas.

Studi ini mengidentifikasi empat jenis utama cacat dalam proses produksi sepatu safety.cacat jahitan, cacat kulit, pasangan yang tidak sesuai, dan komponen yang tidak lengkap.Berdasarkan data produksi dan cacat yang dikumpulkan selama periode 12 bulan (dari Maret 2024 hingga Februari 2025), total 3.694 pasang sepatu cacat ditemukan dari 120.Hal ini menghasilkan nilai DPMO (Defects Per Million Opportunities) sebesar 7.Dengan penerapan New Seven Quality Tools, beberapa rencana perbaikan diformulasikan sesuai tingkat urgensinya.Tindakan segera termasuk pengembangan Standard Operating Procedures (SOP), penyelenggaraan sesi sosialisasi, implementasi briefing harian, peningkatan pencahayaan di lingkungan kerja, dan penggantian komponen yang aus.Namun, tindakan jangka panjang seperti penambahan conveyor belt, preventive maintenance, dan pencarian pemasok baru belum dapat diimplementasikan karena keterbatasan waktu dan biaya.Oleh karena itu, langkah paling layak dan berdampak yang diambil adalah implementasi SOP berbasis Poka Yoke di stasiun pengemasan untuk meningkatkan kualitas produksi dan meminimalkan kesalahan manusia.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas penerapan Poka Yoke pada stasiun produksi lainnya selain stasiun packing, dengan fokus pada identifikasi potensi kesalahan dan pengembangan solusi pencegahan yang spesifik. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak finansial dari implementasi New Seven Quality Tools dan Poka Yoke terhadap pengurangan biaya produksi akibat cacat, serta peningkatan kepuasan pelanggan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman operator terhadap penerapan SOP berbasis Poka Yoke, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi dan keberlanjutan praktik tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi sistem manajemen kualitas yang efektif di industri manufaktur sepatu safety, serta memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan kinerja perusahaan.

Read online
File size552.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test