4141
Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan TerpaduIkan layur (Trichiurus sp.) merupakan komoditas perikanan penting yang banyak dimanfaatkan sebagai ikan asin. Namun, metode pengolahan tradisional rentan terhadap kontaminasi mikroba dan fisik, sehingga seringkali gagal memenuhi kriteria kualitas SNI. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik mutu ikan layur asin yang diproduksi di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, berdasarkan parameter SNI, termasuk kadar garam, kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, dan total plate count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar garam dan kadar air ikan layur asin (Vendor A: 11,91%; Vendor B: 10,25%) serta (Vendor A: 12,69%; Vendor B: 25,63%) memenuhi persyaratan SNI 8273:2016 (kadar garam 12,0–20,0%; kadar air max. 40,0%). Nilai TPC (Vendor A: 0,00 CFU/g; Vendor B: 6,16 CFU/g) juga berada di bawah ambang batas SNI 8273:2016 (max. 1x10^5 CFU/g). Namun, kadar abu tidak larut asam (Vendor A: 1,40%; Vendor B: 1,75%) secara signifikan melebihi batas maksimum SNI 2354-1:2010 (0,3%). Kualitas ikan layur asin dari Johan Pahlawan memenuhi SNI untuk kadar garam, kadar air, dan TPC, tetapi tidak memenuhi standar untuk kadar abu tidak larut asam, yang mengindikasikan kontaminasi fisik yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, dapat disimpulkan bahwa, kualitas mutu dari ikan asin layur dengan indikator kadar garam, kadar air dan TPC sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI 2016 sedangkan indikator kadar abu tidak larut asam tidak memenuhi standar yang ditetaokan oleh SNI 2016.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas ikan asin layur di Kecamatan Johan Pahlawan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai sumber kontaminasi abu tidak larut asam pada ikan asin layur, dengan fokus pada identifikasi jenis partikel asing yang terkandung dan dampaknya terhadap kesehatan konsumen. Kedua, penelitian tentang pengaruh berbagai metode pengasinan (seperti pengasinan kering, basah, atau kombinasi) terhadap pertumbuhan mikroba dan kualitas produk akhir, termasuk analisis kandungan senyawa bioaktif yang terbentuk selama proses pengasinan. Ketiga, pengembangan teknologi pengeringan yang lebih efisien dan higienis, seperti penggunaan pengering surya dengan kontrol suhu dan kelembaban otomatis, untuk mengurangi risiko kontaminasi dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas dan keamanan ikan asin layur, serta mendukung keberlanjutan industri perikanan di wilayah tersebut.
| File size | 322.93 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBUNIB Assisted by Tracker software, minimum throwing speed can be found out so that ceramic shards enter each square. The game Lompek Kodok can be used in physicsAssisted by Tracker software, minimum throwing speed can be found out so that ceramic shards enter each square. The game Lompek Kodok can be used in physics
UNIKOMUNIKOM Dalam era digital, teknologi komunikasi VoIP populer karena biaya rendah dan kualitas suara yang baik. Di AirNav Padang, komunikasi yang dilakukan masihDalam era digital, teknologi komunikasi VoIP populer karena biaya rendah dan kualitas suara yang baik. Di AirNav Padang, komunikasi yang dilakukan masih
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Alat pemanas dirancang untuk mengefisiensikan proses pengolahan dengan sistem kontrol berbasis IoT. Alat pengolahan VCO ini dirancang dengan sistem kontrolAlat pemanas dirancang untuk mengefisiensikan proses pengolahan dengan sistem kontrol berbasis IoT. Alat pengolahan VCO ini dirancang dengan sistem kontrol
UNUGHAUNUGHA Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membangun sauna uap yang terjangkau serta dapat diakses oleh masyarakat umum. Desain sauna menggunakan bahanTujuan penelitian ini adalah merancang dan membangun sauna uap yang terjangkau serta dapat diakses oleh masyarakat umum. Desain sauna menggunakan bahan
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Pendekatan responsif ini meningkatkan efisiensi energi sekaligus menyediakan lingkungan dalam ruangan yang nyaman. Penelitian berhasil menciptakan sistemPendekatan responsif ini meningkatkan efisiensi energi sekaligus menyediakan lingkungan dalam ruangan yang nyaman. Penelitian berhasil menciptakan sistem
UPIUPI Prototipe tersebut diuji pada sel bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus subtilis (B. subtilis) dalam media sederhana maupun sistem makanan, kemudianPrototipe tersebut diuji pada sel bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus subtilis (B. subtilis) dalam media sederhana maupun sistem makanan, kemudian
STIEPARISTIEPARI Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana masing-masing elemen dalam marketing mix 7P, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), promotionFokus penelitian ini terletak pada bagaimana masing-masing elemen dalam marketing mix 7P, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), promotion
UP45UP45 Viskositas minyak hasil penyaringan menggunakan arang 100% (penurunan 38,3%) lebih baik dari pada pengggunaan adsorban zeolit (penurunan 19,1 %). SemakinViskositas minyak hasil penyaringan menggunakan arang 100% (penurunan 38,3%) lebih baik dari pada pengggunaan adsorban zeolit (penurunan 19,1 %). Semakin
Useful /
4141 Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kandungan fitokimia ekstrak etanol lamun Thalassia hemprichii dari Lhok Timon beach, Aceh Jaya, menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kandungan fitokimia ekstrak etanol lamun Thalassia hemprichii dari Lhok Timon beach, Aceh Jaya, menggunakan
UPIUPI Studi menunjukkan bahwa penyerapan Cu² dan Zn² oleh komposit ini mengikuti model Langmuir isoter dan mekanisme kinetika pseudo-ke-dua. Proses penyerapanStudi menunjukkan bahwa penyerapan Cu² dan Zn² oleh komposit ini mengikuti model Langmuir isoter dan mekanisme kinetika pseudo-ke-dua. Proses penyerapan
4141 Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang bervariasi secara signifikan memengaruhi (P0,05) waktu sedasi. Waktu induksi untuk perlakuan P1 danHasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang bervariasi secara signifikan memengaruhi (P0,05) waktu sedasi. Waktu induksi untuk perlakuan P1 dan
UNMUNM Proses pembentukan identitasnya dianalisis melalui teori Interaksi Simbolik. Tema yang ditemukan dari perjalanan migrasinya ke budaya baru meliputi selfProses pembentukan identitasnya dianalisis melalui teori Interaksi Simbolik. Tema yang ditemukan dari perjalanan migrasinya ke budaya baru meliputi self