4141
Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan TerpaduIkan mas koki (Carassius auratus) adalah ikan hias air tawar yang populer dan banyak dibudidayakan karena bentuk tubuh dan warna yang beragam. Dalam proses distribusi ikan mas koki, masalah kelulushidupan yang rendah sering terjadi akibat penurunan kualitas air selama transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dosis ekstrak akar tuba (Paraderris elliptica) sebagai bahan anestesi dalam transportasi sistem tertutup. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis ekstrak akar tuba yang digunakan adalah P1 (kontrol), P2 (0,10 ml/L), P3 (0,15 ml/L), dan P4 (0,20 ml/L). Parameter yang diamati meliputi lama waktu pemingsanan, tingkat kelangsungan hidup, waktu pulih sadar, laju konsumsi oksigen, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis ekstrak akar tuba dengan konsentrasi berbeda memiliki efek signifikan (P<0,05) terhadap semua parameter. Perlakuan terbaik diperoleh pada P4 dengan dosis 0,20 ml/L, di mana ikan mas koki hanya mengkonsumsi oksigen sebesar 0,039 mg O2/menit.
Dosis ekstrak akar tuba berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, lama waktu pemingsanan, waktu pulih sadar, dan laju konsumsi oksigen ikan mas koki pada transportasi sistem tertutup.Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 0,20 mL/L, di mana ikan mas koki hanya mengkonsumsi oksigen sebesar 0,039 mg O2/menit.Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak akar tuba dapat digunakan sebagai bahan anestesi yang efektif dalam transportasi sistem tertutup.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek dosis ekstrak akar tuba yang lebih tinggi terhadap kelangsungan hidup ikan mas koki. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan ekstrak akar tuba sebagai anestesi pada spesies ikan hias lainnya. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan dosis ekstrak akar tuba dalam transportasi sistem tertutup untuk berbagai spesies ikan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jarak transportasi dan kondisi lingkungan.
| File size | 389.21 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UBYUBY Limbah jeruk nipis memiliki potensi sebagai feed additive bagi unggas, namun penggunaannya terhambat oleh kadar serat pektin yang tinggi sehingga dapatLimbah jeruk nipis memiliki potensi sebagai feed additive bagi unggas, namun penggunaannya terhambat oleh kadar serat pektin yang tinggi sehingga dapat
POLITANI KOEPOLITANI KOE Faktor pertama adalah jenis senyawa asam yang terdiri dari tiga perlakuan: HCl, cuka nira lontar, dan ekstrak jeruk nipis. Faktor kedua adalah konsentrasiFaktor pertama adalah jenis senyawa asam yang terdiri dari tiga perlakuan: HCl, cuka nira lontar, dan ekstrak jeruk nipis. Faktor kedua adalah konsentrasi
4141 Nilai TPC pada tuna loin beku adalah 3. 6 x 104 CFU/gram, yang masih memenuhi standar SNI 4104:2015. Sementara itu, hasil uji kontaminasi mikroba TPC padaNilai TPC pada tuna loin beku adalah 3. 6 x 104 CFU/gram, yang masih memenuhi standar SNI 4104:2015. Sementara itu, hasil uji kontaminasi mikroba TPC pada
UPI YAIUPI YAI Eco-enzyme hasil dari proses fermentasi selama 35 hari dengan memanfaatkan 3 (tiga) jenis sampah kulit jeruk memiliki nilai pH rata-rata sebesar 5,71,Eco-enzyme hasil dari proses fermentasi selama 35 hari dengan memanfaatkan 3 (tiga) jenis sampah kulit jeruk memiliki nilai pH rata-rata sebesar 5,71,
MARANATHAMARANATHA Dua puluh ekor tikus Wistar Jantan dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kunyit, manggis, dan fibrat. Pada akhirDua puluh ekor tikus Wistar Jantan dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kunyit, manggis, dan fibrat. Pada akhir
POLITANI KOEPOLITANI KOE Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air perasan buah jeruk nipis dalam mencegah infeksi bakteri Vibrio alginolyticus pada ikan bandeng.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air perasan buah jeruk nipis dalam mencegah infeksi bakteri Vibrio alginolyticus pada ikan bandeng.
POLANKAPOLANKA Asuhan persalinan diberikan sesuai dengan 60 langkah APN, sementara asuhan bayi baru lahir dan nifas mengikuti standar yang ada. Diharapkan pendekatanAsuhan persalinan diberikan sesuai dengan 60 langkah APN, sementara asuhan bayi baru lahir dan nifas mengikuti standar yang ada. Diharapkan pendekatan
POLANKAPOLANKA Hasil Analisis: Berdasarkan hasil dari review jurnal, perilaku pencegahan Demam berdarah oleh keluarga dipengaruhi oleh pengetahuan semakin baik pengetahuanHasil Analisis: Berdasarkan hasil dari review jurnal, perilaku pencegahan Demam berdarah oleh keluarga dipengaruhi oleh pengetahuan semakin baik pengetahuan
Useful /
4141 Penambahan tepung telang ke pakan ikan memberi dampak signifikan terhadap kecerahan warna ikan Guppy. Persentase terbaik yang diperoleh adalah 12% (P4)Penambahan tepung telang ke pakan ikan memberi dampak signifikan terhadap kecerahan warna ikan Guppy. Persentase terbaik yang diperoleh adalah 12% (P4)
4141 Nilai TPC (Vendor A: 0,00 CFU/g; Vendor B: 6,16 CFU/g) juga berada di bawah ambang batas SNI 8273:2016 (max. 1x10^5 CFU/g). Namun, kadar abu tidak larutNilai TPC (Vendor A: 0,00 CFU/g; Vendor B: 6,16 CFU/g) juga berada di bawah ambang batas SNI 8273:2016 (max. 1x10^5 CFU/g). Namun, kadar abu tidak larut
MARANATHAMARANATHA Pure red cell aplasia (PRCA) merupakan kelainan langka yang hanya disebabkan oleh kegagalan atau kelainan pada eritropoiesis, di antara semua galur selPure red cell aplasia (PRCA) merupakan kelainan langka yang hanya disebabkan oleh kegagalan atau kelainan pada eritropoiesis, di antara semua galur sel
ITBITB Densitas curah berkisar antara 0,6 hingga 0,7 g/cm³, sedangkan densitas partikel sekitar 0,9 g/cm³ untuk biji hijau, yang turun menjadi rata-rata 0,3Densitas curah berkisar antara 0,6 hingga 0,7 g/cm³, sedangkan densitas partikel sekitar 0,9 g/cm³ untuk biji hijau, yang turun menjadi rata-rata 0,3