UNDIPUNDIP

Jurnal Sains Pemasaran Indonesia (Indonesian Journal of Marketing Science)Jurnal Sains Pemasaran Indonesia (Indonesian Journal of Marketing Science)

Pasar kecantikan adalah pasar yang pertumbuhannya stabil dan berhasil melewati beberapa krisis ekonomi. Data McKinsey menunjukkan bahwa industri kecantikan bisa menghasilkan pendapatan 500 miliar dolar AS setiap tahunnya. McKinsey, mitra McKinsey, Emily Gerstell (Emily Gerstell) dan Emma Spagnuolo (Emma Spagnuolo) melaporkan bahwa meskipun terjadi penurunan ekonomi, industri kecantikan masih relatif fleksibel. Misalnya, di China, dibandingkan dengan 2019, industri kecantikan di Februari turun hingga 80%. Tapi di bulan Maret, itu turun 20% dibandingkan periode yang sama. McKinsey memperkirakan pada tahun 2020, industri kecantikan global akan turun 20-30%. Kunci untuk bangkit kembali dalam industri kecantikan adalah di mana dan bagaimana produk tersebut dijual.

Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut.Nilai t-hitung variabel Kualitas Produk sebesar 1,533 < 1,96 maka dapat diartikan bahwa variabel Kualitas produk (X1) tidak memiliki pengaruh terhadap Loyalitas pelanggan (Y).Sejalan dengan nilai signifikan (P Values) sebesar 0,064 > 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas pelanggan.Nilai t-hitung variabel Harga Produk sebesar 0,295 < 1,96 maka dapat diartikan bahwa variabel Harga produk (X2) memiliki pengaruh terhadap Loyalitas pelanggan (Y).Sejalan dengan nilai signifikan (P-Values) sebesar 0,384 > 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas pelanggan.Nilai t-hitung variabel Desain Produk sebesar 2,128 > 1,96 maka dapat diartikan bahwa variabel Desain produk (X3) memiliki pengaruh terhadap Loyalitas pelanggan (Y).Sejalan dengan nilai signifikan (P-Values) sebesar 0,018 < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Desain produk berpengaruh dan signifikan terhadap Loyalitas pelanggan.Nilai t-hitung variabel Kepuasan Pelanggan sebesar 5,959 > 1,96 maka dapat diartikan bahwa variabel Kepuasan pelanggann(Z) memiliki pengaruh terhadap Loyalitas pelanggan (Y).Sejalan dengan nilai signifikan (P-Values) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Kepuasan pelanggan berpengaruh dan signifikan terhadap Loyalitas pelanggan.Nilai t-hitung variabel Kualitas Produk yang dihasilkan sebesar 3,951 > 1,96 maka dapat diartikan bahwa variabel Kualitas produk (X1) memiliki pengaruh terhadap Loyalitas pelanggan (Y) melalui Kepuasan pelanggan (Z).Sejalan dengan nilai signifikan (P Values) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Kualitas produk berpengaruh dan signifikan terhadap Loyalitas pelanggan melalui Kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening.Nilai t-hitung variabel Harga Produk yang dihasilkan sebesar 1,962 > 1,96 maka dapat diartikan bahwa variabel Harga produk (X2) memiliki pengaruh terhadap Loyalitas pelanggan (Y) melalui Kepuasan pelanggan (Z).Sejalan dengan nilai signifikan (P Values) sebesar 0,026 < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Harga produk berpengaruh dan signifikan terhadap Loyalitas pelanggan melalui Kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening.Nilai t-hitung Desain Produk yang dihasilkan sebesar 2,210 > 1,96 maka dapat diartikan bahwa variabel Desain produk (X3) memiliki pengaruh terhadap Loyalitas pelanggan (Y) melalui Kepuasan pelanggan (Z).Sejalan dengan nilai signifikan (P Values) sebesar 0,015 < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Desain produk berpengaruh dan signifikan terhadap Loyalitas pelanggan melalui Kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan, seperti layanan purna jual, promosi, dan citra merek. 2. Meneliti pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan dalam industri kosmetik secara lebih mendalam, dengan mempertimbangkan berbagai segmen pasar dan merek kosmetik yang berbeda. 3. Menganalisis pengaruh desain kemasan produk terhadap keputusan pembelian dan loyalitas pelanggan, serta bagaimana desain kemasan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan membangun kepercayaan merek. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan dalam industri kosmetik, sehingga dapat dikembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan inovatif.

Read online
File size491.42 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test