4141
Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan TerpaduPenelitian ini menyelidiki efektivitas kombinasi metode transek surut dengan penggunaan bubu untuk memetakan distribusi spasial kepiting bakau (Scylla spp.) di Sungai Kalangan, Tapanuli Tengah. Kepiting bakau merupakan spesies yang penting secara ekologis dan ekonomi di lingkungan pesisir, namun data tentang dinamika populasi spasialnya terbatas. Survei eksploratif dilakukan selama satu bulan di tiga lokasi transek menggunakan kerangka PVC standar berukuran 1x1 meter dan bubu yang ditempatkan secara sistematis. Pengamatan mencakup komposisi spesies, ukuran karapas, dan tipe substrat habitat. Hasil penelitian menunjukkan dominasi Scylla olivacea (68%) dalam tangkapan, dengan kepadatan tertinggi di transek 2 (0.86 individu/m2), yang memiliki substrat halus dan tutupan mangrove sedang. Transek 1 menunjukkan kepadatan terendah (0.63 individu/m2) yang mungkin disebabkan oleh degradasi vegetasi mangrove dan substrat berpasir kasar. Ada korelasi positif antara kedalaman air surut dan kelimpahan tangkapan. Metode ini menawarkan dasar yang andal untuk menilai populasi kepiting bakau dan dapat mendukung praktik pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.
Metode transek surut dan bubu kotak berukuran 43x28x16 cm efektif dalam memetakan distribusi spasial dan kepadatan populasi kepiting bakau (Scylla spp.Pendekatan ini menggambarkan preferensi habitat, hubungan antara kedalaman air dan aktivitas kepiting, serta potensi substrat berlumpur dan vegetasi mangrove sebagai habitat utama.Penelitian ini menunjukkan pentingnya perlindungan habitat mangrove dan pengaturan aktivitas penangkapan kepiting bakau di Sungai Kalangan.Pemerintah daerah disarankan untuk menetapkan zonasi konservasi di area dengan kepadatan tinggi dan menerapkan regulasi musim serta ukuran minimum tangkap untuk menjamin keberlanjutan stok alami.Kebijakan berbasis data ini akan membantu menjaga keseimbangan ekosistem mangrove dan mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan lokal.
Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan hasil dan keterbatasan penelitian ini adalah: 1. Melakukan studi lebih mendalam tentang dinamika populasi kepiting bakau di Sungai Kalangan, dengan fokus pada faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi dan kepadatan spesies. 2. Menganalisis dampak aktivitas manusia, seperti budidaya dan penggunaan mangrove sebagai kayu bakar, terhadap populasi kepiting bakau dan merekomendasikan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. 3. Mengembangkan model prediksi untuk memetakan distribusi spasial kepiting bakau di ekosistem mangrove yang berbeda, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti substrat, tutupan vegetasi, dan kedalaman air. Penelitian ini dapat membantu dalam pengelolaan sumber daya kepiting bakau secara berkelanjutan dan melindungi ekosistem mangrove di wilayah Tapanuli Tengah.
| File size | 396.34 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki risiko kecelakan kerja yang cukup tinggi karenaProyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki risiko kecelakan kerja yang cukup tinggi karena
POLNAMPOLNAM Timbulnya permasalahan pada aspek manajemen pelaksanaan akan menyebabkan dampak negatif pada pelaksanaan proyek. Dampak umum yang sering terjadi adalahTimbulnya permasalahan pada aspek manajemen pelaksanaan akan menyebabkan dampak negatif pada pelaksanaan proyek. Dampak umum yang sering terjadi adalah
POLNAMPOLNAM Berdasarkan hasil analisis faktor–faktor yang mempengaruhi produktifitas, meliputi keanekaragaman keterampilan/skill variety (x1). indetitas tugas/taskBerdasarkan hasil analisis faktor–faktor yang mempengaruhi produktifitas, meliputi keanekaragaman keterampilan/skill variety (x1). indetitas tugas/task
POLNAMPOLNAM Sesuai dengan SNI 03-0349-1989 tentang syarat fisik batako nilai kuat tekan rata-rata untuk kelas IV adalah 25 kg/cm2. Dari syarat tersebut batako abuSesuai dengan SNI 03-0349-1989 tentang syarat fisik batako nilai kuat tekan rata-rata untuk kelas IV adalah 25 kg/cm2. Dari syarat tersebut batako abu
POLNAMPOLNAM Berdasarkan hasil pengujian sifat fisis pada desa hatu diketahui berat jenis 1,596 , berat isi 14,7 gr, porositas 37,8% dan pada desa laha berat jenisBerdasarkan hasil pengujian sifat fisis pada desa hatu diketahui berat jenis 1,596 , berat isi 14,7 gr, porositas 37,8% dan pada desa laha berat jenis
POLNAMPOLNAM 24 /PRT/M/2008. Berdasarkan observasi dan identifikasi pada Gedung Gereja Jemaat GPM Sola Scriptura Banda di Maluku Tengah, disimpulkan bahwa bangunan24 /PRT/M/2008. Berdasarkan observasi dan identifikasi pada Gedung Gereja Jemaat GPM Sola Scriptura Banda di Maluku Tengah, disimpulkan bahwa bangunan
POLNAMPOLNAM Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air hujan yang akan dipanen, potensi debit yang bisa dimanfaatkan, serta rancangan dari sistem PAH untukTujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air hujan yang akan dipanen, potensi debit yang bisa dimanfaatkan, serta rancangan dari sistem PAH untuk
POLNAMPOLNAM Melalui pengumpulan data primer dan sekunder, penelitian ini menentukan ketebalan lapis perkerasan lentur yang sesuai untuk memfasilitasi konektivitasMelalui pengumpulan data primer dan sekunder, penelitian ini menentukan ketebalan lapis perkerasan lentur yang sesuai untuk memfasilitasi konektivitas
Useful /
4141 Karakteristik kapal penangkap ikan dapat ditentukan dari dimensi utama kapal, alat tangkap yang digunakan, dan area penangkapan. Studi ini diperlukan karenaKarakteristik kapal penangkap ikan dapat ditentukan dari dimensi utama kapal, alat tangkap yang digunakan, dan area penangkapan. Studi ini diperlukan karena
POLNAMPOLNAM Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa dinding penahan tanah tersebut aman terhadap guling (Fgl = 3,027 ≥ 1,5) dan geser (Fgs = 2,910 ≥ 1,5).Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa dinding penahan tanah tersebut aman terhadap guling (Fgl = 3,027 ≥ 1,5) dan geser (Fgs = 2,910 ≥ 1,5).
4141 531.000, Tanjung Biru Rp8. 514.000, dan Semua Jaya Rp8. 531.000. Rata-rata nilai R/C lebih dari 1, yaitu 2,32, menunjukkan bahwa untuk setiap Rp1 yang531.000, Tanjung Biru Rp8. 514.000, dan Semua Jaya Rp8. 531.000. Rata-rata nilai R/C lebih dari 1, yaitu 2,32, menunjukkan bahwa untuk setiap Rp1 yang
4141 Karakteristik kimia isolat protein meliputi kadar air 11.17% (bb), kadar abu 13. 5% (bk), kadar lemak 13.78% (bk), dan kadar protein 72.64% (bk). IsolatKarakteristik kimia isolat protein meliputi kadar air 11.17% (bb), kadar abu 13. 5% (bk), kadar lemak 13.78% (bk), dan kadar protein 72.64% (bk). Isolat