4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan memerlukan dukungan data hasil tangkapan yang akurat, terstruktur, dan terkini sebagai fondasi utama bagi pengambilan keputusan berbasis bukti. Data yang andal memungkinkan penetapan kuota tangkapan yang berkelanjutan, penilaian status stok ikan secara periodik, serta perumusan kebijakan pengelolaan berbasis wilayah pengelolaan perikanan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika sumber daya. Ketika sistem pendataan lemah atau kualitas datanya rendah, potensi terjadinya eksploitasi berlebihan (overfishing) serta kerusakan ekosistem perairan akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, penguatan sistem informasi perikanan, termasuk melalui digitalisasi proses pencatatan dan pelaporan, menjadi salah satu elemen kunci dalam mendukung tata kelola perikanan yang efektif dan berkelanjutan.

Pendataan hasil tangkapan sudah menggunakan metode digital dengan pemanfaatan aplikasi PIPP yang masih terbatas dan belum berjalan secara maksimal.Meski demikian, koordinasi antarpetugas dan pelaku lelang berjalan cukup baik, yang menjadi kekuatan utama dalam mendukung sistem pendataan.Kekuatan sistem terletak pada komunikasi antar petugas, keberadaan Enumerator aktif, dan tersedianya infrastruktur dasar.Kelemahannya meliputi keterbatasan penggunaan teknologi digital dan kapasitas sumber daya manusia.Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah dukungan kebijakan digitalisasi data oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta potensi kolaborasi lintas sektor.Ancaman utama meliputi ancaman keberlanjutan sumber daya dan kurangnya partisipasi aktif dari nelayan dalam pendataan ikan.Strategi yang diusulkan antara lain memperluas implementasi e-logbook, meningkatkan pelatihan Enumerator, memperkuat koordinasi antar instansi, serta melakukan edukasi dan sosialisasi kepada nelayan.

Untuk meningkatkan kualitas data perikanan tangkap, perlu ada upaya untuk memperluas implementasi e-logbook dan meningkatkan pelatihan Enumerator. Selain itu, penting untuk memperkuat koordinasi antar instansi dan melakukan edukasi serta sosialisasi kepada nelayan tentang pentingnya pendataan ikan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sistem pendataan yang lebih efisien, akurat, dan mendukung kebijakan pengelolaan perikanan berbasis data secara berkelanjutan di tingkat lokal.

  1. PERAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) CIKIDANG TERHADAP USAHA PERIKANAN DRIFT GILLNET | ALBACORE Jurnal... journal.ipb.ac.id/index.php/pspalbacore/article/view/30684PERAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN PPI CIKIDANG TERHADAP USAHA PERIKANAN DRIFT GILLNET ALBACORE Jurnal journal ipb ac index php pspalbacore article view 30684
  2. OVERFISHING PADA PERIKANAN PUKAT CINCIN SEMI INDUSTRI DI LAUT JAWA DAN IMPLIKASI PENGELOLAANNYA | Atmaja... ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/jkpi/article/view/3414OVERFISHING PADA PERIKANAN PUKAT CINCIN SEMI INDUSTRI DI LAUT JAWA DAN IMPLIKASI PENGELOLAANNYA Atmaja ejournal balitbang kkp go index php jkpi article view 3414
  3. Opportunities to improve fisheries management through innovative technology and advanced data systems... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/faf.12361Opportunities to improve fisheries management through innovative technology and advanced data systems onlinelibrary wiley doi 10 1111 faf 12361
  4. PERAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) CIKIDANG TERHADAP USAHA PERIKANAN DRIFT GILLNET | ALBACORE Jurnal... doi.org/10.29244/core.3.3.321-330PERAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN PPI CIKIDANG TERHADAP USAHA PERIKANAN DRIFT GILLNET ALBACORE Jurnal doi 10 29244 core 3 3 321 330
Read online
File size480.73 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test