POLNAMPOLNAM
Journal AgregateJournal AgregateMaju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang membawa dampak positif pada perkembangan teknologi pelaksanaan pembangunan konstruksi. NATM adalah suatu sistem pembuatan tunnel dengan menggunakan Shocrete dan rockbolt sebagai penyangga sementara tunnel sebelum diberi lapisan Concrete. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan yang tepat dan efisien pada Pembangunan terowongan pengelak bendungan way apu menggunakan NATM dan mengetahui jenis-jenis pekerjaan pada terowongan pengelak bendungan way apu menggunakan NATM. Objek dalam penelitian ini adalah terowongan pengelak bendungan way apu. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini kita dapat mengetahui jenis pekerjaan yang dilakukan menggunakan metode NATM yaitu: pekerjaan survey lapangan, pekerjaan galian tanah terbuka, yang didalamnya mempunyai beberapa tahap yaitu mobilisasi dan demobilisasi, pekerjaan Clearning dan Grubing, pekerjaan galian tanah terbuka Inlet dan Outlet. Setelah pekerjaan galian tanah terbuka berikutnya pekerjaan galian terowongan. Galian terowongan menggunakan dua metode galian yaitu metode blasting dan mekanik. Metode blasting memiliki tahapan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan pemboran, pekerjaan pengisian blastig. Sedangkan metode mekanik memiliki banyak pekerjaan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan marking, pekerjaan Temporary portal, pekerjaan galian terowongan yang didalmnya juga memiliki tahpan pekerjaan yaitu, marking galian terowongan, tahapan pelaksanaan survey, pekerjaan excavation, pekerjaan Mucking, pekerjaan Scaling, pekerjaan Ventilating, pekerjaan Steel Rib, pekerjaan Wiremesh, pekerjaan Shocrete, pekerjaan Rockbolt, pekerjaan LSPF, pekerjaan dewatering. Dan pekerjaan Lining Concrete.
Dalam pekerjaan tahap awal adalah menentukan titik BM untuk mengetahui titik koordinat terowongan, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan Clearning dan Grubing untuk pembersihan lahan area terowongan.Pembangunan terowongan pengelak Bendungan Way Apu melibatkan metode galian blasting dan mekanis, dengan tahapan pekerjaan yang meliputi persiapan, pemboran, pengisian bahan peledak (blasting), dan pekerjaan mekanis yang lebih kompleks.Sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanah atau batuan sebelum pembangunan terowongan untuk menentukan metode yang tepat.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai pengaruh variasi kondisi geologi terhadap efektivitas penerapan metode NATM pada terowongan pengelak, dengan mempertimbangkan jenis batuan, struktur patahan, dan kandungan air tanah. Selain itu, studi komparatif antara metode NATM dengan metode konstruksi terowongan lainnya, seperti Tunnel Boring Machine (TBM), perlu dilakukan untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing metode dalam konteks proyek bendungan di Indonesia. Terakhir, penelitian mengenai optimasi penggunaan material dan teknologi pendukung NATM, seperti jenis shotcrete yang paling sesuai, desain rockbolt yang efektif, dan penerapan sistem monitoring deformasi terowongan secara real-time, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan pembangunan terowongan pengelak di masa depan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi para praktisi dan akademisi di bidang konstruksi terowongan, serta mendukung pengembangan teknologi konstruksi yang lebih inovatif dan adaptif terhadap kondisi lokal.
| File size | 265.74 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSBUMSB Penelitian dilakukan dengan pengujian mutu beton menggunakan Hammer Test didapatkan hail 26,45 MPa, kemudian dilakukan permodelan analisis menggunakanPenelitian dilakukan dengan pengujian mutu beton menggunakan Hammer Test didapatkan hail 26,45 MPa, kemudian dilakukan permodelan analisis menggunakan
UMJ PremiumUMJ Premium 25%, 1. 5%, 1. 75%, dan 2% dari berat semen. Dari hasil penelitian diadapatkan berat jenis pasir gebang 2. 63 kg/cm3, dan sungai bogowonto 2. 59 Kg/cm3,25%, 1. 5%, 1. 75%, dan 2% dari berat semen. Dari hasil penelitian diadapatkan berat jenis pasir gebang 2. 63 kg/cm3, dan sungai bogowonto 2. 59 Kg/cm3,
UMJ PremiumUMJ Premium Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah permasalahan-permasalahan sekitar pelaksanaan konstruksi yang berhubungan dengan faktor biaya, mutu,Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah permasalahan-permasalahan sekitar pelaksanaan konstruksi yang berhubungan dengan faktor biaya, mutu,
UMJ PremiumUMJ Premium Dampak dari ketidakdipenuhan kewajiban tersebut adalah timbulnya biaya tak terduga bagi penyedia jasa, gagal bayar kepada subkontraktor, potensi denda,Dampak dari ketidakdipenuhan kewajiban tersebut adalah timbulnya biaya tak terduga bagi penyedia jasa, gagal bayar kepada subkontraktor, potensi denda,
UMJ PremiumUMJ Premium Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas PancasilaPengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pancasila
UMJ PremiumUMJ Premium Tulisan ini bertujuan untuk meninjau struktur gedung menggunakan analisis dinamik respon spektrum struktur yang mengacu pada SNI 03-1726-2012. PembebananTulisan ini bertujuan untuk meninjau struktur gedung menggunakan analisis dinamik respon spektrum struktur yang mengacu pada SNI 03-1726-2012. Pembebanan
UNTAG SMDUNTAG SMD 33 mm < 80 mm Lantai 2 drift < ∆2 3. 39 mm < 80 mm Lantai 3 drift < ∆2 6. 63 mm < 80 mm Lantai 4 drift < ∆2 9. 34 mm < 80 mm Lantai 5 drift < ∆233 mm < 80 mm Lantai 2 drift < ∆2 3. 39 mm < 80 mm Lantai 3 drift < ∆2 6. 63 mm < 80 mm Lantai 4 drift < ∆2 9. 34 mm < 80 mm Lantai 5 drift < ∆2
UNTAG SMDUNTAG SMD Shear Wall berbentuk L layout 1 untuk RSPX arah X = 31%. 74%, sedangkan untuk RSPY arah X = 25%. Shear Wall berbentuk L layout 2 untuk RSPX arah X = 31%.Shear Wall berbentuk L layout 1 untuk RSPX arah X = 31%. 74%, sedangkan untuk RSPY arah X = 25%. Shear Wall berbentuk L layout 2 untuk RSPX arah X = 31%.
Useful /
UMSBUMSB Tantangan utama dalam industri ini adalah penetralan limbah asam secara efektif untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan infrastruktur.Tantangan utama dalam industri ini adalah penetralan limbah asam secara efektif untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan infrastruktur.
UMSBUMSB Selain itu, data operasional dari PT KAI juga dianalisis untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang kinerja operasional KRL. Hasil penelitian menunjukkanSelain itu, data operasional dari PT KAI juga dianalisis untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang kinerja operasional KRL. Hasil penelitian menunjukkan
UMSBUMSB Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat umumnya merasa puas dengan pembangunan jalan, mutu beton yang dihasilkan masih di bawah standarHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat umumnya merasa puas dengan pembangunan jalan, mutu beton yang dihasilkan masih di bawah standar
POLNAMPOLNAM Hasil pengujian kualitas air menunjukan nilai pH 8,11 ; Suhu 24,4C; dan TDS 22,9 mg/l. Nilai curah hujan tertinggi di desa Mesiapi selama 10 tahun denganHasil pengujian kualitas air menunjukan nilai pH 8,11 ; Suhu 24,4C; dan TDS 22,9 mg/l. Nilai curah hujan tertinggi di desa Mesiapi selama 10 tahun dengan