UNTAGUNTAG

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESINJURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Pada proses perlakuan panas, terdapat beberapa metode perlakuan panas pada baja karbon yaitu pack carburizing, carbonitriding, cyaniding, dan nitriding. pack carburizing merupakan proses perlakuan panas (heat treatment) yang dilakukan dengan cara mendifusikan unsur karbon pada permukaan logam yang kemudian dipanaskan pada suhu austenitnya. Tujuan pack carburizing yaitu untuk menaikkan kadar karbon pada lapisan permukaan baja sehingga didapatkan material baja yang memiliki permukaan keras dan sifat mekanik lain-nya. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif eksperimental, yaitu metode uji coba dan analisis terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro pada proses pack carburizing dengan variasi temperatur yang berbeda. Pada pengujian komposisi kimia terhadap sampel baja karbon rendah ASTM A36 sebelum dan sesudah proses pack carburizing terjadi kenaikan kadar karbon sebesar 94,4%. 2. Pada pengujian kekerasan Rockwell setelah proses pack carburizing 870°C dengan arang sekam padi 90% dan BaCO3 10% didapat nilai kekerasan rata-rata sebesar 22,41 HRC dan case depth 179.64 µm. 3. Pada pengujian kekerasan Rockwell t setelah proses pack carburizing 910°C dengan arang sekam padi 90% dan BaCO3 10% didapat nilai kekerasan rata-rata sebesar 41,93 HRC dan case depth 186,54 µm. 4. Berdasarkan perbandingan variasi temperatur 870°C dan 910°C terhadap nilai persentase kenaikan karbon terjadi kenaikan sebesar 87,10%. 5. Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 870°C didapatkan struktur fasa 6. Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 910°C didapatkan struktur fasa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pack carburizing pada baja karbon rendah ASTM A36 menggunakan arang sekam padi dan BaCO3 secara signifikan meningkatkan kadar karbon hingga 94,4% serta kekerasan permukaan.Kenaikan temperatur proses dari 870°C menjadi 910°C secara efektif meningkatkan nilai kekerasan Rockwell rata-rata dari 22,41 HRC menjadi 41,93 HRC, dengan peningkatan persentase kekerasan sebesar 87,10%.Peningkatan kekerasan ini didukung oleh perubahan struktur mikro, terutama dominasi fasa perlit dan pembentukan martensit di bagian tepi, yang berkorelasi positif dengan peningkatan kadar karbon pada suhu yang lebih tinggi.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik jika kita bisa memahami lebih dalam bagaimana berbagai jenis bahan aktif atau energizer yang dicampur dengan arang sekam padi, atau bahkan jenis arang lainnya, dapat memengaruhi seberapa cepat dan seberapa banyak karbon bisa meresap ke dalam permukaan baja. Misalnya, apakah rasio campuran BaCO3 10% ini sudah paling optimal, atau adakah kombinasi lain yang bisa menghasilkan kekerasan dan kedalaman lapisan yang lebih baik dengan biaya yang efisien? Selain itu, mengingat baja hasil karburasi memiliki permukaan yang sangat keras namun bisa jadi rapuh, penting untuk meneliti lebih lanjut dampak penggunaan beragam jenis media pendingin selain air, seperti minyak atau larutan polimer, terhadap keseimbangan antara kekerasan yang tinggi dan ketangguhan baja. Penelitian ini bisa melihat bagaimana media pendingin yang berbeda memengaruhi struktur mikro akhir, khususnya jumlah austenit sisa dan bentuk martensit yang terbentuk, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada ketahanan terhadap benturan dan keausan. Terakhir, meskipun penelitian ini telah membandingkan dua temperatur, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi yang lebih mendalam mengenai kombinasi waktu penahanan yang bervariasi bersamaan dengan temperatur karburasi yang berbeda. Ini akan membantu menemukan kondisi proses yang paling efisien untuk mencapai kedalaman lapisan keras yang spesifik dan distribusi karbon yang seragam, sehingga bisa diaplikasikan secara lebih presisi di industri.

Read online
File size964.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test