POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI
Jurnal INOVATORJurnal INOVATORBoiler berfungsi untuk memanaskan air dengan menggunakan panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Variabel bahan bakar yang diuji ada tiga yaitu cangkang, palm caul dan kulit kayu eucalyptus. Prosedur pengujian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pengujian nilai kalor bahan bakar, uji moisture bahan bakar, dan kebutuhan udara didalam furnace (ruang bakar). Analisis ini menggunakan metode observasi. Hasil pengujian nilai kalor bahan bakar kulit kayu eucalyptus adalah 10.960,25 kKal/kg, nilai kalor bahan bakar cangkang diperoleh nilai sebesar 16.747,50 kKal/kg, dan nilai kalor bahan bakar palm caul sebesar 7.978,49 kKal/kg. Hasil pengujian moisture dan kebutuhan udara didalam furnace bahan bakar kulit kayu eucalyptus adalah 10,71% dan 270.455,77 kg/jam, bahan bakar cangkang memiliki nilai sebesar 16,53% dan 393.423,92 kg/jam, serta bahan bakar palm caul memiliki nilai sebesar 36,43% dan 210.401,56 kg/jam. Dari ketiga variabel bahan bakar yang diuji didapatkan hasil pengujian pada bahan bakar cangkang yang memiliki nilai kalor bahan bakar dan moisture (kadar air) yang baik untuk pembakaran dibandingkan dengan kedua bahan bakar lainnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan bakar cangkang memiliki nilai kalor tertinggi sebesar 16.Kandungan moisture terendah ditemukan pada kulit kayu eucalyptus sebesar 10,71%, namun cangkang memiliki nilai kalor tertinggi dan moisture yang relatif rendah (16,53%), menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk pembakaran.Kebutuhan udara tertinggi terdapat pada bahan bakar cangkang, yaitu 393.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi pencampuran berbagai jenis bahan bakar padat (cangkang, palm caul, dan kulit kayu eucalyptus) untuk mencapai efisiensi pembakaran yang lebih tinggi dan mengurangi emisi. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh ukuran partikel bahan bakar terhadap laju pembakaran dan kualitas uap yang dihasilkan perlu dilakukan. Terakhir, penelitian tentang implementasi teknologi pembakaran modern, seperti pembakaran bertingkat atau pembakaran fluidized bed, pada boiler dengan bahan bakar padat lokal dapat dieksplorasi untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi dampak lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang pemanfaatan bahan bakar padat sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi industri untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.
| File size | 339.29 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UPPUPP Pada RPM 5500 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 980C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan temperatur suhu sebesarPada RPM 5500 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 980C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan temperatur suhu sebesar
SARI MUTIARASARI MUTIARA Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi ElektronikBerdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik
UNIVAUNIVA Sebaliknya, campuran serat fiberglass sebanyak 0,25% memiliki nilai terendah. Penambahan serat fiberglass dalam campuran beton mampu meningkatkan kuatSebaliknya, campuran serat fiberglass sebanyak 0,25% memiliki nilai terendah. Penambahan serat fiberglass dalam campuran beton mampu meningkatkan kuat
UNIKOMUNIKOM 875, sedangkan logika fuzzy tipe-1 unggul dalam hal rise time dengan waktu selama 729 detik. Pada pengujian kedua dengan adanya gangguan (noise), logika875, sedangkan logika fuzzy tipe-1 unggul dalam hal rise time dengan waktu selama 729 detik. Pada pengujian kedua dengan adanya gangguan (noise), logika
UGMUGM Tujuan: Perubahan iklim merupakan tantangan multi‑bahaya yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan di Bumi, termasuk kebakaran hutan, polusi, kekeringan,Tujuan: Perubahan iklim merupakan tantangan multi‑bahaya yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan di Bumi, termasuk kebakaran hutan, polusi, kekeringan,
UTUUTU Alat ini menjadi solusi untuk mencegah mistracking, dengan pemasangan mudah dan tidak mengganggu peralatan Belt Conveyor yang sudah ada. Alat Fixed SteeringAlat ini menjadi solusi untuk mencegah mistracking, dengan pemasangan mudah dan tidak mengganggu peralatan Belt Conveyor yang sudah ada. Alat Fixed Steering
UTUUTU Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Reliability Centered Maintenance sehingga dapat menurunkan biaya perawatan sebesar 26%. BerdasarkanMetode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Reliability Centered Maintenance sehingga dapat menurunkan biaya perawatan sebesar 26%. Berdasarkan
UTUUTU Pada putaran 2500 rpm, konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standar menurun drastis menjadi 0,062 kg/kWh, dan camshaft racing menjadi 0,070 kg/kWh. PadaPada putaran 2500 rpm, konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standar menurun drastis menjadi 0,062 kg/kWh, dan camshaft racing menjadi 0,070 kg/kWh. Pada
Useful /
UPPUPP Metode eksperimental digunakan dengan pengujian kontinyu dan pembukaan reaktor. Hasil menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengujian, semakin tinggi volumeMetode eksperimental digunakan dengan pengujian kontinyu dan pembukaan reaktor. Hasil menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengujian, semakin tinggi volume
UPPUPP Sensor thermocouple dipasang pada dinding tungku untuk memonitor suhu, sementara blower 12 volt dengan putaran 13.000 rpm digunakan untuk mengatur aliranSensor thermocouple dipasang pada dinding tungku untuk memonitor suhu, sementara blower 12 volt dengan putaran 13.000 rpm digunakan untuk mengatur aliran
UNIKOMUNIKOM Metode yang dilakukan yaitu melakukan wawancara serta observasi secara langsung, serta menghitung menggunakan persamaan yang telah ada sebelumnya. HasilMetode yang dilakukan yaitu melakukan wawancara serta observasi secara langsung, serta menghitung menggunakan persamaan yang telah ada sebelumnya. Hasil
UNIKOMUNIKOM Pengukuran menunjukkan bahwa Provider Y memiliki throughput jauh lebih tinggi (4527 Kbps) dibandingkan Provider X (1410 Kbps) serta packet loss (0,0027 %)Pengukuran menunjukkan bahwa Provider Y memiliki throughput jauh lebih tinggi (4527 Kbps) dibandingkan Provider X (1410 Kbps) serta packet loss (0,0027 %)