POLNAMPOLNAM

Jurnal Administrasi TerapanJurnal Administrasi Terapan

PT.PLN (Persero) Rayon Kota Ambon merupakan salah satu bentuk perusahaan jasa yang menyediakan layanan listrik kepada masyarakat. Dalam kenyataan adanya penunggakan pembayaran listrik yang dilakukan oleh pelanggan listrik seperti rumah tangga, rumah sakit, dan pengguna lainnya yang mengakibatkan terjadinya kemacetan pembayaran piutang listrik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perputaran piutang dan periode rata-rata pengumpulan piutang pada PT.PLN (Persero) Rayon Kota Ambon. Teknik Analisa yang digunakan dalam menjawab permasalahan penelitian melalui 3 (tiga) tahap antara lain : menganalisis rata-rata pengumpulan piutang, menghitung tingkat perputaran piutang serta periode pengumpulan piutang.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengumpulan piutang pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 209.852.537, sedangkan untuk tahun 2020 adalah sebesar 510.811.866. Tingkat perputaran piutang dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami penurunan. Pada tahun 2019 tingkat perputaran piutang adalah sebesar 2,4 kali perputaran, sedangkan pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 1,3 kali perputaran atau selisih penurunan sebesar 1,1 kali perputaran. Di samping itu, rata-rata pengumpulan piutang untuk tahun 2019 adalah 150 hari, dan untuk tahun 2020 yaitu 277 hari.

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut.Piutang merupakan salah satu unsur yang ditimbulkan dari adanya penjualan kredit dan perlu dilakukan penanganan secara baik, sehingga tidak memberikan dampak yang negatif terhadap perusahaan misalnya piutang yang tidak dapat ditagih.Analisis mengenai tingkat perputaran piutang memberikan suatu bahan penilaian kepada perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan, dimana semakin cepat perputaran piutang menandakan bahwa modal dapat digunakan secara efisien.Dari hasil pembahasan diketahui, rata-rata pengumpulan piutang pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 209.537 sedangkan untuk tahun 2020 adalah sebesar Rp 510.Tingkat perputaran piutang dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami penurunan.Dimana, pada tahun 2019 tingkat perputaran piutan adalah sebesar 2,4 kali perputaran.sedangkan pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 1,3 kali perputaran atau selisih penurunan sebesar 1,1 kali perputaran.Disamping itu,rata-rata pengumpulan piutang untuk tahun 2019 150 hari, rata-rata dan untuk tahun 2020 yaitu 277 hari.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penunggakan pembayaran listrik, seperti kondisi ekonomi masyarakat, tingkat pendapatan, atau kualitas pelayanan yang diberikan oleh PT. PLN. Hal ini penting untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai strategi penagihan piutang yang diterapkan oleh PT. PLN, termasuk analisis biaya dan manfaat dari masing-masing strategi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengoptimalkan proses penagihan dan meminimalkan risiko kerugian akibat piutang tak tertagih. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penerapan teknologi digital dalam pengelolaan piutang, seperti penggunaan sistem informasi manajemen (SIM) yang terintegrasi atau aplikasi mobile untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran. Penerapan teknologi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan piutang, serta memberikan kemudahan bagi pelanggan.

Read online
File size379.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test