UNWAHAUNWAHA

Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian MasyarakatJumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Pendidikan tidak hanya berperan memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) tetapi juga bertujuan membuat peserta didik merasa mengalami suatu hal yang membuatnya dapat memahami esensi diri, serta menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pengalamannya itu sebagai sebuah konsep ideal yang akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari peningkatan minat dan bakat adalah untuk mengoptimalkan perkembangan individu dalam bidang yang diminati. Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan lembaga pendidikan non-formal yang tidak hanya sebatas mengajarkan bacaan Al-Quran, tetapi juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri. Penelitian dilakukan pada TPQ Talimul Quran lil Aulad yang berlokasi di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang objeknya mengenai kondisi tertentu pada suatu wilayah dalam suatu kelompok masyarakat. Penelitian termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengguankan metode Partisipatory Action Research (PAR) dengan terjun dan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ. Bimbingan terkait pemberian program pengembangan bakat minat dan metode yang tepat, yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada pada diri santri. Serta pembinaan terhadap pendidik dilakukan dengan pendampingan kegiatan belajar mengajar sehingga pembelajaran lebih bervariasi dan mampu memperbaiki bacaan para santri dengan baik.

Pendidikan non-formal seperti yang diselenggarakan di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) berperan penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi anak dari segi keagamaan serta kreativitas.TPQ tidak hanya membekali anak dengan kemampuan membaca dan menulis Al-Quran, tetapi juga membentuk generasi muda yang berprestasi, mandiri, dan komunikatif melalui program seni seperti menggambar, mewarnai, kaligrafi, dan mozaik.Program-program tersebut efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus, fokus, ekspresi emosional, dan kreativitas santri, sehingga TPQ menjadi wadah pengembangan bakat dan minat yang terintegrasi dengan nilai-nilai agama.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh program pengembangan bakat minat berbasis seni terhadap perkembangan karakter religius santri dalam jangka panjang, apakah aktivitas seperti kaligrafi dan mozaik secara konsisten mampu membentuk nilai disiplin, sabar, dan spiritualitas mendalam. Kedua, perlu dikaji efektivitas metode pembelajaran hybrid yang menggabungkan pendekatan digital seperti aplikasi interaktif dengan metode tradisional mengaji dan menggambar, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar santri di era teknologi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana sistem administrasi berbasis digital, seperti rapor online atau portofolio keterampilan santri, dapat dikembangkan di TPQ untuk mendukung evaluasi yang lebih akurat terhadap perkembangan minat dan bakat, sekaligus memudahkan komunikasi antara pendidik, santri, dan orang tua. Penelitian-penelitian ini dapat memperkuat fondasi pendidikan non-formal berbasis komunitas agar lebih relevan, terstruktur, dan berkelanjutan di masa depan.

Read online
File size480.09 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test