POLNAMPOLNAM

Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanScholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Generation Z adalah kelompok komunitas yang tumbuh melalui interaksi digital. Hal ini menyebabkan perubahan cepat, termasuk pergeseran pola konsumsi yang didorong oleh preferensi media sosial. Dinamika ini menyediakan ruang baru yang terbentuk melalui doom spending, yaitu budaya berbelanja berlebihan untuk mengatasi kecemasan sosial dan tekanan emosional yang dianggap lazim. Berdasarkan realitas ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagaimana doom spending bekerja sebagai elemen pergeseran pola konsumsi, berkontribusi bersama dengan media sosial terhadap gaya hidup Generasi Z di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, mengandalkan pendekatan fenomenologis Alfred Schutz, untuk menguji makna yang dialami informan dalam realitas yang mereka hadapi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 7 informan Generasi Z di Surabaya, yang mewakili berbagai status. Hasil wawancara diproses menggunakan aplikasi N Vivo untuk mengkategorikan temuan dan mengintegrasikan konsep teoritis dengan realitas di lapangan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan temuan bahwa doom spending adalah praktik sosial terstruktur dan mencerminkan dinamika habitus dalam disposisi digital Generasi Z saat ini.

Doom spending di kalangan Generasi Z tidak hanya sebagai perilaku konsumtif dan impulsif, tetapi juga sebagai ruang untuk membentuk praktik sosial dalam habitus, akumulasi modal, dan arena digital sebagai media pendukung.Konsumsi tidak lagi tentang kebutuhan, tetapi sebagai strategi sosial untuk mendapatkan pengakuan, menjaga konektivitas, dan menemukan identitas di dunia digital yang serba cepat.Arena digital juga bertindak sebagai sistem yang mengatur elemen ritme kehidupan dan orientasi nilai bagi kaum muda.Keterlibatan dan antusiasme di ruang platform kemudian menciptakan tekanan untuk dapat mengikuti perkembangan, mengikuti tren, dan berpartisipasi dalam kegiatan konsumsi.Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan dan keberadaan aspek teori sosial dengan menemukan habitus dan arena berinteraksi untuk membentuk gaya hidup konsumtif generasi muda di era konektivitas.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran literasi keuangan digital dalam mengurangi perilaku doom spending pada Generasi Z, dengan fokus pada pengembangan program edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik dan preferensi media sosial mereka. Kedua, penelitian dapat meneliti bagaimana pengaruh algoritma media sosial terhadap pembentukan habitus konsumtif pada Generasi Z, serta bagaimana platform dapat dirancang untuk mendorong perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi dampak doom spending terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan finansial Generasi Z, serta mengembangkan intervensi yang efektif untuk membantu mereka mengelola tekanan emosional dan kecemasan yang memicu perilaku tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena doom spending pada Generasi Z dan berkontribusi pada pengembangan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

  1. The Impact of Digital Disruption: Influences of Digital Media and Social Networks on Forming Digital... journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/21582440231191741?utm_source=chatgpt.comThe Impact of Digital Disruption Influences of Digital Media and Social Networks on Forming Digital journals sagepub doi full 10 1177 21582440231191741 utm source chatgpt
Read online
File size445.67 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test