UNESAUNESA

Kajian Moral dan KewarganegaraanKajian Moral dan Kewarganegaraan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran hukum mahasiswa terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Teori kesadaran hukum oleh Soekanto digunakan untuk menganalisis empat indikator kesadaran hukum, yaitu pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku. Serta teori faktor kesadaran hukum oleh Soekanto yang memengaruhi kesadaran hukum, meliputi hukum, penegak hukum, sarana dan prasarana, masyarakat, dan kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui snowball sampling dengan kuesioner yang memeroleh 57 responden dan sebanyak 28 mahasiswa perokok diwawancarai secara mendalam. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya belum memiliki kesadaran hukum perihal Kawasan Tanpa Rokok di kampus yang ditandai dari perilaku hukumnya yang tidak menaati aturan. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya sosialisasi, lemahnya pengawasan, sanksi yang tidak tegas, fasilitas yang belum memadai, pengaruh teman sebaya, serta budaya merokok yang dinormalisasi.

Mahasiswa perokok Universitas Negeri Surabaya belum memiliki kesadaran hukum mengenai Kawasan Tanpa Rokok.Hal ini tercermin dari perilaku hukum yang masih rendah.Faktor utama adalah kurangnya sosialisasi, lemahnya pengawasan, fasilitas terbatas, sanksi tidak tegas, dan budaya merokok yang sudah berkembang.

Berbagai saran penelitian lanjutan dapat membantu memperkuat kesadaran hukum mahasiswa. Pertama, dapat dilakukan studi eksperimental untuk mengukur efektivitas program edukasi digital tentang Kawasan Tanpa Rokok di kalangan mahasiswa, yang memanfaatkan media sosial dan aplikasi mobile. Kedua, analisis longitudinal mengenai dampak fasilitas smoking area resmi terhadap kepatuhan hukum dapat menilai apakah menyediakan ruang khusus memotivasi pematuhan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi peran media sosial dalam mengubah norma budaya merokok di lingkungan kampus, sehingga kebijakan dapat lebih terarah pada perilaku sosial. Dengan ketiga pendekatan tersebut, pihak universitas dapat merancang strategi penguatan kesadaran hukum yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

  1. Analisis Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Kampus UINSU Tuntungan... jurnalku.org/index.php/ijhs/article/view/916Analisis Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Kampus UINSU Tuntungan jurnalku index php ijhs article view 916
  2. Keterlibatan Warga Negara Muda dalam Gerakan Kewarganegaraan Ekologis untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan... doi.org/10.22146/studipemudaugm.48180Keterlibatan Warga Negara Muda dalam Gerakan Kewarganegaraan Ekologis untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan doi 10 22146 studipemudaugm 48180
  3. Rokok Elektrik (Vape) sebagai Gaya Hidup Perokok Masa Kini di Kota Lhokseumawe | Jurnal Ilmu Sosial dan... ojs.unimal.ac.id/jspm/article/view/3696Rokok Elektrik Vape sebagai Gaya Hidup Perokok Masa Kini di Kota Lhokseumawe Jurnal Ilmu Sosial dan ojs unimal ac jspm article view 3696
  4. Penerapan Tema SDGs Kehidupan Sehat dan Sejahtera untuk Menangani Polusi Udara di Jakarta | IKRA-ITH... doi.org/10.37817/ikraith-teknologi.v8i1.3239Penerapan Tema SDGs Kehidupan Sehat dan Sejahtera untuk Menangani Polusi Udara di Jakarta IKRA ITH doi 10 37817 ikraith teknologi v8i1 3239
  5. Tingkat Kesadaran Masyarakat pada Peraturan Hukum yang Berlaku | De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan... doi.org/10.56393/decive.v2i1.1495Tingkat Kesadaran Masyarakat pada Peraturan Hukum yang Berlaku De Cive Jurnal Penelitian Pendidikan doi 10 56393 decive v2i1 1495
Read online
File size286.66 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test