SEANINSTITUTESEANINSTITUTE

INFOKUMINFOKUM

Perkembangan teknologi kendaraan listrik terus mengalami kemajuan pesat, terutama dalam hal efisiensi energi dan sistem penyimpanan daya. Salah satu komponen utama dalam kendaraan listrik adalah baterai, yang memegang peran penting dalam menentukan jarak tempuh, kinerja, dan efisiensi energi kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masa pakai baterai motor BLDC (Brushless DC) yang digunakan dalam prototipe mobil listrik mini. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro Universitas Pembangunan Panca Budi dengan berbagai skenario beban dan waktu operasi untuk mengevaluasi kinerja ketahanan baterai. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengukur langsung tegangan, arus, suhu, dan durasi operasi menggunakan perangkat pengukur digital serta mencatat data secara berkala. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baterai memiliki kinerja optimal dalam kisaran arus tertentu, namun mengalami penurunan kapasitas seiring peningkatan beban dan suhu operasi. Berdasarkan hasil pengujian, disimpulkan bahwa ketahanan baterai sangat dipengaruhi oleh kondisi operasional dan manajemen sistem. Penelitian ini memberikan gambaran awal untuk pengembangan sistem manajemen baterai (BMS) dan desain efisiensi energi untuk kendaraan listrik mini skala laboratorium. Rekomendasi pengembangan diarahkan pada pengendalian suhu dan regulasi daya beban agar baterai dapat digunakan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Ketahanan baterai sangat dipengaruhi oleh beban yang diterima oleh motor BLDC, di mana pada beban ringan baterai dapat bertahan hingga 62 menit, sedangkan pada beban berat hanya bertahan 35 menit.Semakin besar beban, semakin tinggi arus dan suhu operasi baterai, yang menyebabkan penurunan tegangan lebih cepat serta berpotensi mempercepat degradasi sel baterai.Pengembangan sistem manajemen baterai (BMS) sangat direkomendasikan untuk memantau tegangan, arus, dan suhu secara real-time serta memberikan perlindungan terhadap kondisi ekstrem yang dapat merusak baterai.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang sistem manajemen termal aktif untuk baterai pada kendaraan listrik mini, guna mengevaluasi seberapa efektif pendinginan berbasis kipas atau heat sink dalam menjaga suhu baterai tetap pada batas ideal selama berkendara di berbagai kondisi lingkungan. Kedua, perlu dikaji strategi pengisian daya dinamis berbasis kondisi baterai dan pola penggunaan kendaraan, untuk mengetahui apakah pengisian adaptif dapat memperpanjang umur baterai dibanding metode pengisian konvensional. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi pengaruh profil jalan dan medan terhadap konsumsi energi dan degradasi baterai, sehingga dapat dirancang sistem manajemen energi yang dapat menyesuaikan aliran daya secara cerdas sesuai kondisi medan. Penelitian-penelitian ini akan membantu menciptakan kendaraan listrik mini yang lebih efisien, awet, dan sesuai dengan kondisi penggunaan nyata di lapangan, terutama dalam skala laboratorium atau edukasi. Dengan sistem pendingin yang tepat, strategi pengisian yang cerdas, dan manajemen energi berbasis medan, ketahanan baterai dapat dioptimalkan secara menyeluruh. Studi lebih lanjut diharapkan dapat mengintegrasikan ketiga aspek tersebut ke dalam satu sistem terpadu yang dapat dipantau dan dikendalikan secara real-time. Hasilnya bisa menjadi dasar pengembangan algoritma BMS yang lebih canggih untuk kendaraan listrik skala kecil di lingkungan kampus atau area terbatas. Dengan begitu, kendaraan ini tidak hanya hemat energi, tetapi juga lebih andal dan aman digunakan dalam jangka panjang. Penelitian lanjutan harus menguji integrasi sistem ini secara nyata dan mengukur dampaknya terhadap performa dan umur baterai secara empiris. Temuan dari penelitian tersebut akan sangat bermanfaat bagi institusi pendidikan dan pengembang kendaraan listrik skala kecil.

Read online
File size287.61 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test