UNESAUNESA

Jurnal Manajemen InformatikaJurnal Manajemen Informatika

Proses absensi di PT QLCOM Solusi Bisnis saat ini masih menggunakan fingerprint yang mengharuskan kehadiran fisik, sehingga menyusahkan bagi karyawan yang melakukan dinas luar ataupun WFH. Selain itu, pengajuan cuti dan lembur dilakukan melalui sistem terpisah serta pengelolaan data karyawan diinputkan dengan cara manual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka aplikasi absensi mobile yang fleksibel, dan berfokus pada kebutuhan user dengan metode Design Thinking. Tahapan penelitian meliputi analisis masalah, Perumusan How Might We (HMW), pencarian ide solusi, serta pengujian prototipe menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Hasilnya berupa prototipe aplikasi absensi mobile yang memiliki fitur utama pencatatan kehadiran berbasis lokasi, pengajuan cuti dan lembur yang terintegrasi, notifikasi otomatis, serta pengelolaan data pribadi oleh karyawan. Pada uji coba menunjukkan aplikasi ini mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam proses absensi maupun administrasi personal lainnya. Prototype dirancang menggunakan Figma yang memungkinkan kolaborasi secara daring dan real-time.

Penelitian ini menghasilkan rancangan prototipe aplikasi absensi kerja berbasis mobile dengan pendekatan Design Thinking yang berfokus pada kebutuhan pengguna.Melalui lima tahapan Design Thinking, dihasilkan desain antarmuka aplikasi yang mencakup fitur-fitur utama seperti absensi berbasis lokasi, pengajuan cuti dan lembur terintegrasi, pengelolaan data pribadi, dan notifikasi otomatis.Hasil pengujian usability menggunakan metode System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor sebesar 82,1, yang mengindikasikan desain aplikasi telah memenuhi harapan pengguna dalam hal kemudahan, efisiensi, dan kenyamanan penggunaan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan metode lain untuk mendapatkan perspektif yang berbeda dalam perancangan aplikasi serupa. Kedua, penambahan fitur pengingat untuk absensi masuk dan pulang dapat meningkatkan kepatuhan karyawan. Ketiga, eksplorasi integrasi dengan sistem lain seperti sistem penggajian atau manajemen kinerja dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Penelitian lanjutan juga dapat difokuskan pada pengembangan fitur personalisasi antarmuka berdasarkan peran dan preferensi pengguna, serta pengujian aplikasi pada skala yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak responden untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil evaluasi. Pengembangan lebih lanjut juga dapat mempertimbangkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk fitur-fitur seperti deteksi anomali absensi atau rekomendasi cuti berdasarkan pola kerja karyawan.

Read online
File size656.83 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test