UMSUMS

Suhuf: International Journal of Islamic StudiesSuhuf: International Journal of Islamic Studies

Penelitian ini membahas tentang konsep pendidikan Paulo Freire yang sering disebut dengan konsientisasi. Penelitian ini mencakup konsep kosientisasi Paulo Freire, ide-ide Paulo Freire dalam pendidikan dan relevansinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan Paulo Freire sangat berkaitan erat dengan pendidikan Islam, pertama kesesuaian tujuan dalam pendidikan yaitu membangun kesadaran dalam mengembangkan potensi diri manusia. Kedua, kesesuaian dalam konsep pendidik yaitu sebagai pembimbing, pengajar, fasilitator yang menciptakan proses belajar yang interaktif. Ketiga, kesuaian dalam konsep siswa yaitu siswa mempunyai kebebasan dalam mengembangkan dirinya.

Konsep pendidikan konsientisasi adalah mengeluarkan manusia dari penjajahan harga diri dan kreatifitas pendidkan yang membebaskan.Pembebasan diri ini diperoleh melalui adanya kesadaran atau konsientisasi.Konsep ini menempatka manusia sebagai subyek dalam kehidupan, artinya mampu mengekspreksikan keinginan dan kreatifitasnya, bukan sebagai obyek atau selalu menerima perlakuan dari orang lain.Sehingga manusia mampu hidup sesuai dengan kodratnya yaitu manusia yang merdeka.Relevansi konsep kosientisasi Paulo Freire dalam pendidikan Islam dapat dilihat dalam beberapa aspek, pertama, konsep tujuan pendidikan, yaitu menyadarkan manusia agar hidup merdeka dan terlepas dari keterkungkungan, memaksimalkan potensi atau fitrah manusia untuk kemakmuran hidup.Kedua, aspek hakekat pendidik, pendidik tidak hanya sekedar mentransfer ilmu ke siswa tetapi juga membentuk akhlak, membimbing, mengarahkan dan menjadi fasilitator yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan potensinya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep konsientisasi Paulo Freire dapat diimplementasikan secara konkret dalam kurikulum pendidikan Islam di berbagai tingkatan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan kesadaran kritis dan kemampuan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak penerapan metode pembelajaran dialogis ala Paulo Freire terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pendidikan Islam. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang lebih kuat mengenai efektivitas pendekatan ini. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif guru dan siswa dalam menerapkan konsep konsientisasi dalam konteks pendidikan Islam. Hal ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi dalam proses implementasi.

Read online
File size323.24 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test