UMLUML
Psyche: Jurnal PsikologiPsyche: Jurnal PsikologiPenggunaan media sosial telah menjadi hal yang normatif di berbagai kalangan, termasuk remaja. Salah satu kegiatan yang kerap dilakukan remaja di media sosial adalah melakukan pengungkapan diri. Pada dasarnya, pengungkapan diri merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh remaja, namun tidak bisa dipungkiri bahwa melakukan pengungkapan diri di media sosial berpotensi menimbulkan sejumlah risiko. Remaja diharapkan dapat melakukan pengungkapan diri dengan bijak saat bersosial media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan diri remaja di media sosial. Adapun metode yang digunakan adalah literature review. Sumber literatur diakses menggunakan database Google Scholar dan SpringerLink dengan tahun penerbitan artikel antara tahun 2019-2023. Berdasarkan telaah literatur terhadap 9 artikel, diperoleh sejumlah faktor yang memengaruhi pengungkapan diri remaja di media sosial, yakni: faktor personal (status pubertas, status identitas diri, kepribadian ekstraversi, harga diri, kontrol diri, dan persepsi risiko privasi), faktor interpersonal (intimasi pertemanan, kepercayaan, dan kenyamanan pemeliharaan hubungan), faktor motivasional (tujuan sosial dan motif afiliasi), serta faktor afektif (kecerdasan emosional dan kesepian).
Literature review ini menemukan empat kelompok faktor utama yang memengaruhi pengungkapan diri remaja di media sosial.personal (pubertas, identitas, ekstraversi, harga diri, kontrol diri, risiko privasi), interpersonal (intimasi, kepercayaan, pemeliharaan hubungan), motivasional (popularitas, afiliasi), dan afektif (kecerdasan emosional, kesepian).Remaja disarankan bijak memilah informasi agar terhindar dari risiko.Peneliti berikutnya bisa meneliti perbedaan pengungkapan diri berdasarkan jenis kelamin.
Berdasarkan hasil dan keterbatasan studi ini, tiga ide penelitian baru bisa diusulkan. Bagaimanakah dampak jangka panjang intervensi pelatihan kecerdasan emosional berbasis sekolah terhadap penurunan risiko pengungkapan diri berlebihan di media sosial pada remaja putri berbeda dengan remaja putra? Selanjutnya, bisa dikaji apakah membangun program peer-education yang melibatkan remaja dengan kontrol diri tinggi untuk mendampingi teman-temannya secara daring mampu menurunkan kesepian sekaligus mencegah pengungkapan diri negatif. Ketiiga, apakah pengembangan fitur nudging privasi pada platform media sosial—seperti persetujuan dua-langkah berbasis usia—berpotensi memperkuat persepsi risiko privasi sehingga remaja spontan membatasi informasi pribadi yang mereka bagikan? Studi-studi ini penting untuk menjembatankelakuan aman remaja di dunia maya serta menghadirkan solusi aplikatif bagi guru, orang tua, dan pengembang aplikasi.
- HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA ANGAKATAN... doi.org/10.14710/empati.2023.28671HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA ANGAKATAN doi 10 14710 empati 2023 28671
- Self-Disclosure on Social Media and Its Influence on the Well-Being of Youth | Kasmani | Jurnal Komunikasi:... doi.org/10.17576/JKMJC-2022-3803-17Self Disclosure on Social Media and Its Influence on the Well Being of Youth Kasmani Jurnal Komunikasi doi 10 17576 JKMJC 2022 3803 17
- Manifestations of Personality in Online Social Networks: Self-Reported Facebook-Related Behaviors and... journals.sagepub.com/doi/full/10.1089/cyber.2010.0087Manifestations of Personality in Online Social Networks Self Reported Facebook Related Behaviors and journals sagepub doi full 10 1089 cyber 2010 0087
| File size | 460.41 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan jumlah populasi 20 orang petugas dan sampel 10 orang petugas. Teknik pengambilan sampel menggunakanJenis penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan jumlah populasi 20 orang petugas dan sampel 10 orang petugas. Teknik pengambilan sampel menggunakan
STIKKENDALSTIKKENDAL Seperti, kendala internal dari siswa yang kurang antusias, kurang semangat, atau alasan alasan yang mereka miliki, pembuatan jurnal yang tidak sesuai,Seperti, kendala internal dari siswa yang kurang antusias, kurang semangat, atau alasan alasan yang mereka miliki, pembuatan jurnal yang tidak sesuai,
USIUSI Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan perbedaan signifikan antara post‑test I dan post‑test II, dengan selisih rata‑rata skor sebesar 14, nilaiBerdasarkan hasil analisis data, ditemukan perbedaan signifikan antara post‑test I dan post‑test II, dengan selisih rata‑rata skor sebesar 14, nilai
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT C sangat meningkat dengan pesat. Berdasarkan analisis peneliti motivasi mereka adalah biogenetis atau motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organismeC sangat meningkat dengan pesat. Berdasarkan analisis peneliti motivasi mereka adalah biogenetis atau motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme
UNIMEDUNIMED Dari penjelasan per indikator diatas dapat disimpulkan bahwa peserta didik memiliki motivasi baik, tekun dalam menghadapi tugas sebesar 73,47%. MotivasiDari penjelasan per indikator diatas dapat disimpulkan bahwa peserta didik memiliki motivasi baik, tekun dalam menghadapi tugas sebesar 73,47%. Motivasi
CITRABAKTICITRABAKTI Hal ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelasHal ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Oleh karena itu, kegiatan tersebut menjadi motivasi eksternal yang dapat menghasilkan motivasi internal pada siswa untuk membangun kemandirian dalam menyelesaikanOleh karena itu, kegiatan tersebut menjadi motivasi eksternal yang dapat menghasilkan motivasi internal pada siswa untuk membangun kemandirian dalam menyelesaikan
UINSAIDUINSAID Program kunjungan rumah ini bertujuan agar guru dapat memotivasi siswa untuk giat belajar. Selain untuk memotivasi belajar siswa, kunjungan rumah merupakanProgram kunjungan rumah ini bertujuan agar guru dapat memotivasi siswa untuk giat belajar. Selain untuk memotivasi belajar siswa, kunjungan rumah merupakan
Useful /
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu 7 orang. Teknik analisis data yaitu reduksi kata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitianJumlah informan dalam penelitian ini yaitu 7 orang. Teknik analisis data yaitu reduksi kata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
USIUSI Data was collected by giving pre-test and post-test. The population of this study was 198 people and the research sample was students of class X OTKP SMKData was collected by giving pre-test and post-test. The population of this study was 198 people and the research sample was students of class X OTKP SMK
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Implementasi lima nilai budaya kerja kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menunjukkan semangat kerja yang harus ada sebagai penunjangImplementasi lima nilai budaya kerja kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menunjukkan semangat kerja yang harus ada sebagai penunjang
STIMSUKMAMEDANSTIMSUKMAMEDAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, uji analisaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, uji analisa