UNESAUNESA
Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa MesinOptimisasi pengolahan limbah pertanian, terutama kulit ari kacang tanah, menjadi tantangan yang cukup sulit dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi dari produk sampingan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mesin penggiling tipe disc mill melalui eksperimen yang mengeksplorasi dua parameter utama mekanis, yaitu variasi kecepatan putar poros dan karakteristik geometris roda penggiling (jumlah mata pisau). Eksperimen dilakukan dengan menggunakan mesin tipe FFC-15, di mana roda penggiling diubah menjadi 2, 3, dan 4 mata pisau, yang dipadukan dengan variasi kecepatan putar poros sebesar 2400, 2600, dan 2800 rpm. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena non-linear, yaitu penambahan jumlah mata pisau tidak selalu meningkatkan efisiensi. Konfigurasi 4 mata pisau justru menyebabkan turbulensi udara dan hambatan aliran, sehingga menurunkan kapasitas produksi, sedangkan konfigurasi 2 mata pisau memicu banyak partikel halus keluar. Kinerja terbaik tercapai pada konfigurasi 3 mata pisau dengan kecepatan 2800 rpm, yang menghasilkan kapasitas giling tertinggi yaitu 0,095 kg per menit. Konfigurasi ini menawarkan keseimbangan terbaik antara frekuensi tumbukan dan ruang sirkulasi material, sehingga menjadi rekomendasi teknis untuk meningkatkan efisiensi mesin pengolahan limbah kulit ari.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwasannya variasi kecepatan putar berpengaruh terhadap kapasitas.Peningkatan kecepatan umumnya meningkatkan kapasitas, kecuali pada konfigurasi 4 pisau di mana terjadi penurunan akibat hambatan aerodinamis.Karakteristik roda penggiling terbaik untuk kulit ari kacang tanah adalah 3 mata pisau.Konfigurasi ini menawarkan stabilitas aliran bahan tertinggi.Rekomendasi pengaturan mesin untuk efisiensi maksimal adalah menggunakan 3 mata pisau pada kecepatan 2800 rpm, yang menghasilkan kapasitas 0,095 kg/menit.
Untuk menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata di sektor UMKM maupun laboratorium, disarankan menggunakan konfigurasi roda penggiling dengan tiga mata pisau dan kecepatan putar 2800 rpm sebagai standar operasional terbaik. Efektivitas konfigurasi ini juga bergantung pada konsistensi operator dalam menjaga laju pengumpanan bahan. Dalam pengembangan teknologi yang lebih canggih, penelitian lebih lanjut tidak hanya seharusnya fokus pada jumlah pisau, tetapi juga perlu memperluas pengecekan pada aspek aerodinamis seperti bentuk geometri, sudut serang, serta bahan pembuatan roda untuk mendapatkan desain yang tepat untuk bahan ringan. Pengujian terhadap berbagai ukuran saringan dan kadar air bahan juga penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran kinerja mesin yang lebih lengkap.
| File size | 433.59 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Alat dirancang menggunakan motor listrik AC 0,5 HP dengan sistem transmisi pulley dan V-belt serta dilengkapi dimmer AC sebagai pengatur kecepatan putar.Alat dirancang menggunakan motor listrik AC 0,5 HP dengan sistem transmisi pulley dan V-belt serta dilengkapi dimmer AC sebagai pengatur kecepatan putar.
UNESAUNESA Perbedaan kinerja ini dipengaruhi oleh variasi geometri, khususnya pada web plate, radius transisi, dan distribusi massa roda. Penelitian ini memberikanPerbedaan kinerja ini dipengaruhi oleh variasi geometri, khususnya pada web plate, radius transisi, dan distribusi massa roda. Penelitian ini memberikan
UNESAUNESA Namun, pada suhu 250 °C terjadi penurunan kekuatan tarik akibat degradasi termal rantai polimer PLA, yang menyebabkan material menjadi lebih rapuh meskipunNamun, pada suhu 250 °C terjadi penurunan kekuatan tarik akibat degradasi termal rantai polimer PLA, yang menyebabkan material menjadi lebih rapuh meskipun
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin uji abrasi skala laboratorium serta menganalisis pengaruh kecepatan putar terhadap keausan aluminiumPenelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin uji abrasi skala laboratorium serta menganalisis pengaruh kecepatan putar terhadap keausan aluminium
UNESAUNESA Konstruksi kandang menggunakan kawat galvanis, rangka besi hollow galvanis, dan atap berbahan fiber. Desain ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan peternakKonstruksi kandang menggunakan kawat galvanis, rangka besi hollow galvanis, dan atap berbahan fiber. Desain ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan peternak
UNESAUNESA Tegangan maksimum Model A masih berada di bawah batas luluh material ASTM A36 sebesar 250 MPa, sementara Model B melampaui batas tersebut. BerdasarkanTegangan maksimum Model A masih berada di bawah batas luluh material ASTM A36 sebesar 250 MPa, sementara Model B melampaui batas tersebut. Berdasarkan
UNESAUNESA Spesifikasi mesin dalam studi ini adalah panjang 400 mm, lebar 300 mm, dan tinggi 450 mm.mesin ini terbuat dari besi siku dengan ketebalan 2,5 mm. MotorSpesifikasi mesin dalam studi ini adalah panjang 400 mm, lebar 300 mm, dan tinggi 450 mm.mesin ini terbuat dari besi siku dengan ketebalan 2,5 mm. Motor
UNESAUNESA Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Muay Thai di SMK 2 Antartika Sidoarjo memiliki tingkat kebugaranDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Muay Thai di SMK 2 Antartika Sidoarjo memiliki tingkat kebugaran
Useful /
UNESAUNESA Simulasi Moldflow menunjukkan kemampuan pengisian cetakan yang baik ditunjukkan oleh fill confidence 100%, serta memprediksi adanya cacat produk sepertiSimulasi Moldflow menunjukkan kemampuan pengisian cetakan yang baik ditunjukkan oleh fill confidence 100%, serta memprediksi adanya cacat produk seperti
UNESAUNESA Sedangkan pendekatan model Energy Disperative X-Ray Spectroscopy (EDX) menunjukkan bahwa unsur pembangun serbuk didominasi oleh karbon (C) dengan persentaseSedangkan pendekatan model Energy Disperative X-Ray Spectroscopy (EDX) menunjukkan bahwa unsur pembangun serbuk didominasi oleh karbon (C) dengan persentase
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah TEG pada rangkaian seri dan paralel. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah TEG pada rangkaian seri dan paralel. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putaran rol terhadap efisiensi, kapasitas, dan kualitas pengupasan sabut kelapaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putaran rol terhadap efisiensi, kapasitas, dan kualitas pengupasan sabut kelapa