UNESAUNESA
Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa MesinPenelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pengambil telur puyuh otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai pendekatan utama dalam menerjemahkan kebutuhan peternak ke dalam spesifikasi teknis mesin. Permasalahan yang sering terjadi pada peternak puyuh meliputi ketidakefisienan waktu pengambilan telur, risiko kerusakan telur akibat penanganan manual, serta minimnya teknologi otomatis yang dapat membantu proses produksi. Oleh karena itu, diperlukan desain mesin otomatis yang mampu meningkatkan produktivitas, keamanan, dan efisiensi peternak. Metode QFD digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna melalui penyebaran kuesioner kepada 30 peternak puyuh. Hasil analisis menghasilkan sembilan atribut utama yang menjadi prioritas dalam desain, yaitu kapasitas kandang, pemilihan material kandang, pemilihan material kerangka, ketebalan kerangka, material atap, harga, dimensi kandang, faktor kekuatan, dan faktor keamanan. Atribut tersebut kemudian diterjemahkan menjadi spesifikasi teknis melalui House of Quality (HoQ), yang menetapkan tiga respons teknisprioritas, yaitu kisaran harga Rp 6–9 juta, dimensi kandang (120 × 50 × 23–18 cm), serta ketebalan kerangka 1 mm. Hasil akhir penelitian berupa rancangan kandang puyuh otomatis berkapasitas 40 ekor yang dibuat menggunakan software Autodesk Inventor dalam bentuk desain 2D dan 3D. Konstruksi kandang menggunakan kawat galvanis, rangka besi hollow galvanis, dan atap berbahan fiber. Desain ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan peternak dengan menyediakan sistem pengambilan telur secara otomatis yang lebih efisien, aman, dan sesuai standar fungsional peternakan skala kecil hingga menengah.
Berdasarkan hasil penelitian, proses perancangan kandang burung puyuh otomatis dengan mesin pengambil telur menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) menghasilkan sembilan atribut produk utama.Desain ini menghasilkan fitur pengambil telur yang lebih lengkap, canggih, dan aman, dengan total 11 spesifikasi teknis yang dirumuskan melalui proses perancangan.Kandang dirancang menggunakan kawat galvanis dan rangka besi hollow galvanis, serta memiliki kapasitas 40 ekor yang dinilai sesuai dengan kebutuhan peternak.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem kendali mesin pengambil telur puyuh berbasis IoT dengan memanfaatkan sensor dan aktuator untuk memantau kondisi lingkungan kandang secara real-time, seperti suhu, kelembaban, dan kualitas udara, serta mengoptimalkan kinerja mesin berdasarkan data yang diperoleh. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pengambilan telur, misalnya dengan mengembangkan algoritma yang mampu mendeteksi telur yang rusak atau kotor secara otomatis dan memisahkannya dari telur yang berkualitas baik. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengembangkan desain kandang puyuh otomatis yang modular dan fleksibel, sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai skala peternakan dan kebutuhan peternak, serta mempertimbangkan aspek ergonomi dan kemudahan perawatan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan pengguna.
| File size | 572.93 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Proses penggilingan dilakukan menggunakan mesin ball mill tipe horizontal dengan parameter waktu milling 6 jam dan kecepatan putar 140 rpm, yang dipilihProses penggilingan dilakukan menggunakan mesin ball mill tipe horizontal dengan parameter waktu milling 6 jam dan kecepatan putar 140 rpm, yang dipilih
SEAN INSTITUTESEAN INSTITUTE Low intake of animal protein, rich in haem iron, is a major contributing factor. This study investigated the relationship between protein source eatingLow intake of animal protein, rich in haem iron, is a major contributing factor. This study investigated the relationship between protein source eating
UNESAUNESA Campuran PLA (70%) dan pati kulit singkong (30%) berpotensi besar sebagai bahan dasar wadah makanan ramah lingkungan pengganti plastik konvensional, denganCampuran PLA (70%) dan pati kulit singkong (30%) berpotensi besar sebagai bahan dasar wadah makanan ramah lingkungan pengganti plastik konvensional, dengan
UNESAUNESA Pengembangan LMS ini mengikuti tahapan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap. Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation dengan hasilPengembangan LMS ini mengikuti tahapan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap. Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation dengan hasil
UNESAUNESA Plastik konvensional banyak digunakan karena sifat mekaniknya yang baik, tetapi sulit terurai secara alami sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan.Plastik konvensional banyak digunakan karena sifat mekaniknya yang baik, tetapi sulit terurai secara alami sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan.
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan mesin uji abrasi mampu beroperasi dengan baik dan dihasilkan data keausan yang konsisten, di mana kehilangan massa aluminiumHasil penelitian menunjukkan mesin uji abrasi mampu beroperasi dengan baik dan dihasilkan data keausan yang konsisten, di mana kehilangan massa aluminium
UNESAUNESA Tegangan maksimum Model A masih berada di bawah batas luluh material ASTM A36 sebesar 250 MPa, sementara Model B melampaui batas tersebut. BerdasarkanTegangan maksimum Model A masih berada di bawah batas luluh material ASTM A36 sebesar 250 MPa, sementara Model B melampaui batas tersebut. Berdasarkan
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Muay Thai di SMK 2 Antartika Sidoarjo.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Muay Thai di SMK 2 Antartika Sidoarjo.
Useful /
UNESAUNESA Parameter pendukung seperti tekanan oli dan tekanan bahan bakar tetap berada dalam batas aman selama pengujian, yang mengindikasikan bahwa sistem pelumasanParameter pendukung seperti tekanan oli dan tekanan bahan bakar tetap berada dalam batas aman selama pengujian, yang mengindikasikan bahwa sistem pelumasan
UNESAUNESA Konfigurasi 4 mata pisau justru menyebabkan turbulensi udara dan hambatan aliran, sehingga menurunkan kapasitas produksi, sedangkan konfigurasi 2 mataKonfigurasi 4 mata pisau justru menyebabkan turbulensi udara dan hambatan aliran, sehingga menurunkan kapasitas produksi, sedangkan konfigurasi 2 mata
UNESAUNESA Pengaruh rasio adonan terhadap keberhasilan cetakan menunjukkan bahwa kombinasi puli 1 inch dengan rasio adonan 1. Penelitian ini menyarankan pemilihanPengaruh rasio adonan terhadap keberhasilan cetakan menunjukkan bahwa kombinasi puli 1 inch dengan rasio adonan 1. Penelitian ini menyarankan pemilihan
UNESAUNESA Penelitian ini menggunakan metode eksperimen memvariasikan perbandingan komposisi antara bahan baku arang sabut kelapa dengan bahan perekat tepung tapiokaPenelitian ini menggunakan metode eksperimen memvariasikan perbandingan komposisi antara bahan baku arang sabut kelapa dengan bahan perekat tepung tapioka