PELITABANGSAPELITABANGSA

Pelita TeknologiPelita Teknologi

Air merupakan komponen vital bagi kehidupan, namun peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas industri menyebabkan tingginya volume limbah cair domestik. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016, baku mutu air limbah domestik yang diizinkan dibuang ke lingkungan adalah BOD 30 mg/L dan COD 100 mg/L. Oleh karena itu, diperlukan metode pengolahan grey water yang murah, efektif, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan tanaman eceng gondok dalam menurunkan kadar COD, BOD, TSS, dan menstabilkan pH sesuai standar pemerintah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses fitoremediasi. Metode yang digunakan adalah fitoremediasi dengan eceng gondok, pengujian parameter dilakukan menggunakan metode laboratorium data menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok mampu menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS secara signifikan serta menjaga pH tetap dalam kisaran netral. Efektivitas tertinggi terjadi pada hari ketiga dengan penurunan parameter pencemar lebih dari 74% pada beberapa perlakuan. Keberhasilan proses dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, struktur akar tanaman, waktu kontak, dan proses aklimatisasi.

Berdasarkan hasil penelitian, metode fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) terbukti efektif menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS secara signifikan serta menstabilkan pH air limbah domestik menuju kisaran netral dalam waktu kontak tiga hari, dengan efektivitas tertinggi pada hari ke-3 mencapai sekitar 74% pada beberapa parameter dan nilai akhir yang mendekati baku mutu.Keberhasilan proses dipengaruhi oleh struktur dan panjang akar, biomassa tanaman, waktu kontak, proses aklimatisasi, serta kondisi lingkungan reaktor.Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan perpanjangan waktu kontak guna memperoleh titik optimum, pengendalian kondisi operasional reaktor secara lebih stabil, serta optimalisasi desain sistem melalui penerapan aliran kontinu dan kombinasi teknologi filtrasi seperti karbon aktif dan silika guna meningkatkan efisiensi penyisihan secara maksimal.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses fitoremediasi air limbah domestik. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis mikroorganisme yang hidup di zona rhizosfer eceng gondok dan bagaimana mikroorganisme tersebut berkontribusi dalam proses degradasi polutan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem fitoremediasi yang terintegrasi dengan teknologi lain, seperti biofilter atau wetland buatan, untuk meningkatkan efisiensi penyisihan polutan secara keseluruhan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan eceng gondok yang telah digunakan dalam proses fitoremediasi sebagai sumber biomassa untuk menghasilkan energi atau produk bernilai tambah lainnya, sehingga dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi dari sistem pengolahan limbah.

Read online
File size4.1 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test