IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA

Indonesian Journal of Islam and Muslim SocietiesIndonesian Journal of Islam and Muslim Societies

Penelitian ini mengkaji keterlibatan pemuda Indonesia dan LSM filantropi Muslim dalam mempromosikan kerukunan antaragama melalui crowdfunding. Crowdfunding atau penggalangan dana online telah berkembang pesat di Indonesia. Hal ini telah digunakan untuk merespon berbagai isu antara lain kekerasan agama. Seringkali, ketika aksi radikal terjadi di Indonesia, masyarakat beralih ke crowdfunding untuk mengekspresikan solidaritas dan dukungan antaragama. Kajian ini mengambil konsep gerakan sosial berjejaring untuk menjelaskan karakteristik kampanye crowdfunding untuk kerukunan antar umat beragama. Konsep ini menyoroti gerakan-gerakan online kontemporer yang bersifat spontan, tanpa pemimpin, dan bersifat temporal yang berbeda dari gerakan-gerakan terorganisir yang biasa dipelajari oleh para sarjana. Kajian ini menggunakan etnografi digital pada kampanye respons kekerasan agama di platform crowdfunding terbesar di Indonesia, Kitabisa, yang dilengkapi dengan wawancara dengan penggagas kampanye dan LSM filantropi Muslim. Artikel ini berargumentasi bahwa karakteristik gerakan sosial jaringan sesuai dengan generasi remaja saat ini yang diasumsikan apatis secara sosial dan lebih tenggelam dalam pengembangan diri dan konsumsi media. Meskipun demikian, meskipun bersifat spontan dan bersifat sementara, gerakan pemuda antaragama mampu memobilisasi sejumlah besar donasi dan menarik LSM-LSM Muslim yang sering dianggap sektarian untuk mendukung kampanye antaragama. Temuan penelitian ini berkontribusi pada kajian mengenai pemuda Indonesia, filantropi Islam, dan kondisi hubungan antaragama di Indonesia, yang disinyalir sedang mengalami conservative turn.

Penelitian ini telah membahas keterlibatan pemuda saat ini dan LSM Muslim dalam mempromosikan kerukunan antaragama melalui crowdfunding di Indonesia.Meskipun mereka diidentifikasi sebagai remaja atau generasi konsumen, kecerdasan media mereka juga telah mengekspos mereka terhadap masalah antaragama yang mereka coba lawan melalui crowdfunding.Penelitian ini mendekati kampanye crowdfunding sebagai gerakan sosial berjejaring di mana kampanye didasarkan pada respons spontan dan bersifat sementara.Namun, dampak mereka tercermin dalam pengumpulan donasi yang signifikan dan keterlibatan yang lebih terlihat dari LSM Muslim dalam kampanye antaragama.Saya lebih lanjut berpendapat bahwa keterlibatan LSM Muslim didorong oleh upaya mereka untuk mencari pendanaan alternatif selain zakat dan mereka melihat crowdfunding sebagai solusi untuk stagnasi keuangan mereka.Dengan demikian, mereka telah mulai memperluas kampanye publik mereka untuk mencakup berbagai masalah viral di Indonesia dan luar negeri termasuk masalah antaragama.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana crowdfunding dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan kerukunan antaragama dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi hubungan antaragama di Indonesia. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran media sosial dalam memfasilitasi gerakan sosial berjejaring dan bagaimana itu dapat mempengaruhi partisipasi pemuda dalam kampanye crowdfunding. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana LSM Muslim dapat memperluas program dan penerima manfaat mereka untuk menjadi lebih inklusif dan bagaimana itu dapat mempengaruhi hubungan antaragama di Indonesia.

Read online
File size324.67 KB
Pages32
DMCAReport

Related /

ads-block-test