UNSURUNSUR

Jurnal Media Teknik dan Sistem IndustriJurnal Media Teknik dan Sistem Industri

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai risiko potensi bahaya kerja dan level risiko potensi bahaya kerja serta mengetahui potensi bahaya kerja dominan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja di PT. HPP yang bergerak di bidang jasa konsultasi maupun pelaksanaan di bidang peralatan hydraulic alat berat (heavy equipment). Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment) untuk menghitung nilai-nilai risiko sebelum ada pengendalian (basic risk) sampai setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk). Hasil penelitian dari kegiatan proses kerja pada fasilitas system hydraulic di peralatan berat (heavy equipment) PT. HPP ini didapatkan 33 basic risk yang terdiri dari kategori dapat diterima (acceptable) sebanyak 3 risiko (9,09%), kategori priority 3 sebanyak 8 risiko (24,24%), kategori substantial (priority 2) sebanyak 8 risiko (24,24%), kategori priority 1 sebanyak 5 risiko (15,15%) dan kategori very high sebanyak 9 risiko (27,27%). Setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk) didapatkan penurunan resiko yaitu kategori yang dapat diterima (acceptable) sebanyak 3 risiko (9,09%), kategori priority 3 sebanyak 8 risiko (24,24%), kategori substantial (priority 2) sebanyak 8 risiko (24,24%), kategori priority 1 sebanyak 5 risiko (15,15%) dan kategori very high sebanyak 9 risiko (27,27%).

Berdasarakan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Dari hasil perhitungan sebelum adanya pengendalian risiko (basic rick), didapatkan bahwa risiko yang berada pada kategori yang dapat di terima (acceptable) sebanyak 3 risiko (9,09%), kategori priority 3 sebanyak 8 risiko (24,24%), kategori substantial (priority 2) sebanyak 8 risiko (24,24%), risiko (very high) kategori priority 1 sebanyak 5 risiko (15,15%) dan kategori very high sebanyak 9 risiko (27,27%).Risiko terbesar sebelum dilakukan pengendalian risiko (basic risk) adalah pada proses memotong hose hydraulic sesuai panjang/ukuran yang akan digunakan, penghalusan konektor baru, pembongkaran konektor bekas, penekanan (press) klem dan konektor pada hose hydraulic serta melepas dan memasang hose hydraulic pada heavy equipment (loader).Dari hasil perhitungan setelah dilakukan pengendalian atau mitigasi risiko (existing risk), didapatkan bahwa risiko yang berada pada kategori yang dapat di terima (acceptable) sebanyak 30 risiko (90,91%) dan priority 3 sebanyak 3 risiko (9,09%) sedangkan kategori priority 1, substansial dan kategori very high risk hilang setelah dilakukan pengendalian atau mitigasi resiko.Hasil perhitungan jika dilakukan pengendalian atau mitigasi risiko (existing risk) menunjukkan bahwa semua risiko yang ada di proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat (heavy equipment) PT.HPP dinyatakan terkendali dan tindakan untuk melakukan pengendalian atau mitigasi resiko jauh lebih kecil dibandingkan dengan sebelumnya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi HIRA dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja, dengan fokus pada peran pelatihan dan kesadaran keselamatan pekerja. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis data HIRA untuk memprediksi potensi kecelakaan kerja dan memungkinkan tindakan pencegahan proaktif. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi integrasi teknologi digital, seperti sensor IoT dan analisis data, dalam proses HIRA untuk meningkatkan akurasi identifikasi bahaya dan efisiensi pengelolaan risiko, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan real-time mengenai kondisi keselamatan kerja.

Read online
File size809.49 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test