APPERTANIAPPERTANI

Jurnal Ilmu Ternak dan VeterinerJurnal Ilmu Ternak dan Veteriner

Rencana pelaksanaan breeding dianggap penting dalam meningkatkan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) pelaksanaan breeding Itik Magelang dengan membandingkan existing breeding di masyarakat dengan standar Good Breeding Practice (GBP), dan (2) kelayakan Kabupaten Magelang sebagai sumber bibit. Penelitian melibatkan 30 peternak itik Magelang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara deskriptif. Variabel meliputi pemilihan bibit; prasarana dan sarana; kesehatan hewan; pelestarian fungsi lingkungan; sumber daya manusia; pendampingan dan pengawasan oleh pemerintah. Penilaian kelayakan menggunakan data primer dari peternak dan data sekunder dari Dinas Peternakan, dianalisis dengan skoring dan SWOT. Hasil penelitian diperoleh bahwa jika dibandingkan dengan aspek GBP maka aspek pada peternak itik di Magelang masih di bawah standar GBP terlihat dari skoring (skala 1-5) untuk pemilihan bibit sebesar 2,67; prasarana dan sarana 2,85; kesehatan hewan 2,67; pelestarian fungsi lingkungan 2,16; SDM 3,33; pendampingan dan pengawasan oleh pemerintah 3. Kelayakan Kabupaten Magelang sebagai sumber bibit ditunjukkan dari hasil analisis SWOT dengan nilai internal dan eksternal berturut-turut sebesar 1,55; 1,05. Hasil ini menempatkan Magelang pada kuadran I yang menunjukkan adanya kekuatan dan peluang untuk dikembangkan. Kesimpulannya, meskipun belum memenuhi standar GBP, Kabupaten Magelang masih menunjukkan potensi yang kuat sebagai sumber bibit itik.

Praktik peternakan itik di Kabupaten Magelang masih berada di bawah standar Good Breeding Practice, terutama pada pemilihan bibit, kesehatan hewan, dan pelestarian lingkungan.Namun, analisis SWOT menunjukkan bahwa daerah ini memiliki kekuatan dan peluang yang signifikan untuk dikembangkan sebagai sumber bibit itik.Dengan memanfaatkan potensi genetis, pasar lokal, dan dukungan pemerintah, peningkatan praktik breeding dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak.

Bagaimana cara mengintegrasikan pelatihan digital berbasis smartphone untuk memperbaiki pemilihan bibit dan pelatihan kesehatan hewan di peternak kecil di Magelang? Apakah model koperasi pengelolaan sertifikasi kualitas bibit dapat meningkatkan akses pasar dan memenuhi standar Good Breeding Practice? Bagaimana pendekatan kebijakan publik yang menyesuaikan dengan kebutuhan unik peternak itik lokal dapat menstimulasi investasi infrastruktur dan teknologi biosecurity di tingkat desa?.

  1. Pengaruh Sistem Pemeliharaan secara Intensif dan Semi Intensif pada Itik Magelang | Jurnal Sain Peternakan... ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/article/view/12201Pengaruh Sistem Pemeliharaan secara Intensif dan Semi Intensif pada Itik Magelang Jurnal Sain Peternakan ejournal unib ac index php jspi article view 12201
  2. AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian. agromedia berkala ilmiah ilmu pertanian publishes research... jurnalkampus.stipfarming.ac.id/index.php/amAGROMEDIA Berkala Ilmiah Ilmu ilmu Pertanian agromedia berkala ilmiah ilmu pertanian publishes research jurnalkampus stipfarming ac index php am
  3. Vol 3, No 2 (2019). vol journal livestock science production doi https jalspro v3i2 work licensed creative... jurnal.untidar.ac.id/index.php/jalspro/issue/view/131Vol 3 No 2 2019 vol journal livestock science production doi https jalspro v3i2 work licensed creative jurnal untidar ac index php jalspro issue view 131
  4. AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian. agromedia berkala ilmiah ilmu pertanian publishes research... doi.org/10.47728/agAGROMEDIA Berkala Ilmiah Ilmu ilmu Pertanian agromedia berkala ilmiah ilmu pertanian publishes research doi 10 47728 ag
Read online
File size414.69 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test