UNSURUNSUR

Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan PembelajarannyaDinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya

Artikel ini membahas pengaruh latar belakang sosial terhadap pilihan variasi bahasa yang digunakan dalam interaksi di lingkungan kampus STT Wastukancana Purwakarta. Latar belakang sosial yang dimaksud mencakup faktor-faktor seperti asal daerah, tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode survei dan wawancara terhadap 50 responden siswa STT Wastukancana Purwakarta dari berbagai program studi. Data dianalisis melalui reduksi, presentasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang sosial sangat memengaruhi variasi bahasa yang digunakan siswa, baik dalam situasi formal maupun non-formal. Siswa dari lingkungan perkotaan dan berpendidikan tinggi cenderung menggunakan Bahasa Indonesia standar dalam situasi formal, sementara siswa dari lingkungan pedesaan lebih sering menggunakan bahasa campuran, yaitu bahasa daerah dan Bahasa Indonesia non-standar. Temuan ini mengonfirmasi bahwa variasi bahasa di kalangan siswa tidak hanya ditentukan oleh situasi komunikasi, tetapi juga oleh faktor sosial yang membentuk kebiasaan berbahasa. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan studi sosiolinguistik yang menyoroti dinamika bahasa di kalangan siswa pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi di daerah.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa latar belakang sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap pilihan variasi bahasa siswa STT Wastukancana Purwakarta.Siswa cenderung mempertahankan bahasa daerah dalam percakapan non-formal, sementara menggunakan Bahasa Indonesia standar dalam konteks formal.Faktor pendidikan dan pekerjaan orang tua juga memengaruhi kecenderungan berbahasa, dengan siswa dari keluarga berpendidikan tinggi lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia standar.Secara umum, siswa menggunakan bahasa sebagai sarana membangun identitas sosial dan solidaritas, menunjukkan bahwa pilihan bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai representasi identitas dan dinamika sosial di lingkungan kampus.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan bahasa daerah di lingkungan kampus memengaruhi identitas budaya siswa, dengan fokus pada bagaimana siswa menyeimbangkan antara mempertahankan bahasa daerah dan beradaptasi dengan Bahasa Indonesia standar. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji secara lebih sistematis hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi dan pilihan bahasa siswa, dengan menggunakan skala pengukuran yang terstandarisasi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak bagaimana pola penggunaan bahasa siswa berubah seiring berjalannya waktu dan pengalaman mereka di lingkungan kampus, serta bagaimana perubahan ini memengaruhi perkembangan identitas sosial mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika bahasa di kalangan siswa dan implikasinya terhadap identitas budaya dan perkembangan sosial.

Read online
File size784.53 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test